Profil Organisasi Islam Muhammadiyah, Sejarah Berdiri, Latar Belakang Dan Tujuan Didirikannya

AKURAT.CO- Pasangan calon presiden nomor 2 Gibran-Prabowo, telah membagi tugas untuk menghadiri dua agenda penting salah satunya adalah Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa.
Di sisi lain, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modernis terbesar di Indonesia, memiliki sejarah panjang dalam memimpin pemurnian dan pembaruan Islam di negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.
Sejarah Berdirinya Muhammadiyah
Sejarah Muhammadiyah bermula dari perjuangan Kyai Haji Ahmad Dahlan setelah berziarah ke tanah suci dan menetap untuk kedua kalinya pada tahun 1903.
Ide reformasi muncul setelah Kyai Dahlan belajar dari para imam Indonesia di Mekah, seperti Syekh Ahmad Khatib di Minangkabau, Kyai Nawawi di Banten, Kyai Mas Abdullah di Surabaya dan Kyai Faqih di Maskumambang.
Baca Juga: Buya Yahya Tegaskan Umat Islam Tidak Boleh Membeli Atau Mendukung Produk-produk Pro Israel
Awal mula terbentuknya Muhammadiyah sebagai organisasi yang mewujudkan ide-ide Kyai Dahlan berasal dari interaksi dengan teman-temannya di organisasi Boedi Oetomo yang tertarik pada tema-tema keagamaan, seperti R. Budi Harjo dan Sosros Gondo. Ide ini juga diajukan oleh salah satu santri Kyai Dahlan di Kweekschool Jetis.
Profil Muhammadiyah
Muhammadiyah merupakan organisasi dan gerakan Islam modernis terbesar di Indonesia telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan sejak pendiriannya.
Peran Muhammadiyah melibatkan berbagai bidang kehidupan, termasuk keterlibatannya dalam ranah politik, membuatnya semakin dikenal dan dihormati.
Tanggal 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 H menjadi momentum penting dalam sejarah lahirnya Muhammadiyah.
Organisasi ini diajukan untuk disahkan pada tanggal 20 Desember 1912 dengan mengirimkan "Statuten Muhammadiyah" (Anggaran Dasar Muhammadiyah).
Baca Juga: Benarkah Muhammadiyah Tak Rayakan Maulid Nabi? Berikut Penjelasannya
Asal-usul nama "Muhammadiyah" secara bahasa berarti "pengikut Nabi Muhammad" dan dipilih untuk menisbahkannya dengan ajaran dan jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Nama ini diusulkan oleh Muhammad Sangidu yaitu seorang sahabat dan kerabat Kyai Ahmad Dahlan yang kemudian diputuskan setelah melalui shalat istikharah oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan.
Tujuan Muhammadiyah
Organisasi ini memiliki alasan dan tujuan tertentu, termasuk membersihkan pengaruh dan kebiasaan non-Islam dari Islam di Indonesia, mereformulasi doktrin Islam dengan perspektif pemikiran modern, mereformulasi ajaran dan pendidikan Islam, serta mempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan eksternal.
Peran Muhammadiyah juga sangat signifikan dalam aspek kemasyarakatan dan pendidikan.
Organisasi ini telah mendirikan berbagai fasilitas seperti klinik perawatan kesehatan, panti asuhan dan lembaga pendidikan mulai dari tingkat usia dini hingga universitas.
Selain itu, Muhammadiyah turut mendirikan 'Aisyiyah' yaitu sebuah organisasi perempuan yang didirikan oleh Nyai Ahmad Dahlan pada 19 Mei 1917 yang aktif di bidang sosial, pendidikan, kesehatan dan keagamaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








