Bos Orang Tua Group Kerja Naik Helikopter, Emang Seberapa Kaya?

AKURAT.CO Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan dengan unggahan video TikTok oleh akun @sam.bsd yang memerlihatkan seseorang menggunakan helikopter sebagai kendaraan kerjanya. Dalam unggahan tersebut, terlihat sebuah helikopter berada di helipad yang terletak di atas sebuah gedung.
Disebut-sebut orang yang menggunakan helikopter tersebut adalah bos Orang Tua Group. Meski si perekam video tidak menjelaskan secara pasti siapa bos Orang Tua Group yang dimaksud, namun netizen menganggap itu adalah Hamid Djojonegoro.
Baca Juga: Konglomerat Dato Sri Tahir Investasi Rp500 M Bangun Rumah Sakit Di IKN
“Orang kaya mah bebas say, pulang kerja dijemputnya pake helikopter tuh yang punya OT (Orang Tua Group), berisik banget suara helikopternya kedengeran sampai sini. Pagi berangkat, jam 8 pagi udah sampai kantor, jam 2 siang pulang, dijemputnya pakai helikopter," kata wanita dalam video tersebut.
Sebelumnya, penggunaan helikopter oleh Bos OT Group bukanlah kali pertama. Pada 2020 silam, keluarga Djojonegoro itu pun pernah disorot karena mendaratnya helikopter di Lapangan Hisbul Wathan Beji Depok.
Saat itu, salah satu keluarga Djojonegoro diketahui datang menggunakan helikopter untuk melihat kesiapan pembukaan bisnisnya di Depok.
Lalu seberapa banyak harta kekayaan yang dimiliki bos Orang Tua Group itu? Berikut ulasannya.
OT Group merupakan perusahaan konglomerasi ternama di Indonesia yang berada di bawah kepemilikan keluarga Djojonegoro. Perusahaan ini dikenal masyarakat dengan logo perusahaannya yang menggunakan gambar kakek dengan jenggot panjang.
OT Group memroduksi banyak produk yang dikenal dekat oleh masyarakat Indonesia, seperti Formula, Tango, Teh Gelas, MintZ, Blaster, Oops, Kiranti, hingga minuman anggur kolesom.
Baca Juga: Bank Digital Milik Konglomerat CT Tak Bagikan Dividen Tahun Ini, Kenapa?
Bisnis OT Group mulanya dirintis oleh dua saudara bertangan dingin, yakni Chandra Djojonegoro dan Chu Sok Sam pada 1948 silam. Kemudian sepeninggal Chandra pada 1988, estafet bisnis keluarga itu dilanjutkan oleh anak-anaknya.
Dikutip melalui Forbes, kini perusahaan OT Group dinakhodai oleh Husain Djojonegoro dan kedua adiknya, yaitu Hamid Djojonegoro, dan Pudjiono Djojonegoro.
Berkat bisnisnya yang sangat maju, keluarga Djojonegoro berhasil masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Tercatat, Husain Djojonegoro dan keluarganya masuk urutan ke-40 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes di tahun 2022.
Keluarga Djojonegoro itu diketahui memiliki harta kekayaan mencapai USD1,08 miliar atau setara Rp16,7 triliun.
Selain itu, keluarga Djojonegoro juga diketahui memiliki hubungan erat dengan konglomerat Indonesia lainnya, yakni Mochtar Riady pemilik Lippo Group. Diketahui, tiga dari empat generasi Lippo Group menikah dengan anak-anak Hamid Djojonegoro.
Generasi Lippo Group yang menjalin pernikahan dengan keluarga Djojonegoro yakni Caroline Riady dan Soeharto Djojonegoro, Stephanie Riady dan Soebroto Djojonegoro, serta Henry Riady dan Alexandra Yasa.
Keluarga Riady diketahui setara dengan keluarga Djojonegoro, menempati satu kursi dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Mochtar Riady dan keluarganya menempati urutan ke-29 dalam daftar orang terkaya versi Forbes tahun 2022. Diketahui keluarga Riady memiliki harta senilai USD1,45 miliar atau setara Rp21,27 triliun.
Sebagai catatan, Lippo Group merupakan perusahaan yang memiliki kerajaan bisnis ritel, real estate, perawatan kesehatan, media, hingga pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






