Mendag Budi: Kualitas Produk Lokal Dongkrak Permintaan Konsumen

AKURAT.CO Produk dalam negeri semakin mendominasi rak penjualan di pusat perbelanjaan modern seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap merek lokal.
Pemerintah menilai tren tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi penguatan konsumsi domestik di tengah upaya menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, permintaan terhadap produk fesyen dalam negeri masih menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data yang disampaikannya, permintaan produk fesyen lokal meningkat sekitar 4,3%.
Menurut Budi, peningkatan tersebut tidak terlepas dari semakin baiknya kualitas produk dalam negeri yang mampu bersaing dengan produk impor.
Baca Juga: Mendagri Tegaskan Kesiapan Integrasikan Sistem Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
"Produk dalam negeri sekarang porsinya sudah sekitar 60 persen. Selain kualitasnya semakin baik, permintaan masyarakat terhadap produk lokal juga terus meningkat," kata Budi di Trans Studio Mall Cibubur, Kamis (10/7/2026).
Pemerintah, kata dia, juga mendorong konsumsi produk domestik melalui berbagai program promosi dan potongan harga yang melibatkan pelaku ritel modern. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Dorongan tersebut dilakukan setelah hasil Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 berada di level 117, yang masih mencerminkan optimisme konsumen.
Di sisi lain, pelaku ritel juga melihat perubahan preferensi konsumen terhadap produk lokal.
Presiden Komisaris Metro Department Store, Anita Ratnasari Tanjung, mengatakan produk UMKM kini semakin diminati karena mampu mengikuti perkembangan tren pasar, terutama di kalangan generasi muda.
Menurut Anita, pelaku UMKM tidak hanya menghadirkan desain yang lebih inovatif, tetapi juga semakin memanfaatkan digitalisasi dalam mengembangkan bisnis sehingga lebih mudah menjangkau konsumen.
"Produk UMKM lokal sekarang semakin kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Mereka juga aktif memanfaatkan digitalisasi sehingga semakin diminati, khususnya oleh milenial dan Gen Z," ujarnya.
Baca Juga: Kemendagri Harus Turun Tangan Cegah Pemda 'Rumahkan' PPPK Usai Kasus di Tidore
Sejalan dengan meningkatnya permintaan tersebut, Metro Department Store mengalokasikan sekitar 60% area penjualannya untuk produk dalam negeri. Seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Lebih lanjut Anita menegaskan bahwa Metro akan terus memperluas jaringan bisnisnya ke berbagai daerah, antara lain Karawang, Bandung, Depok, Surabaya, Solo, Makassar, hingga Manado.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









