Anggaran MBG Capai Rp335 Triliun, Maman: UMKM Paling Diuntungkan

AKURAT.CO Kementerian Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) menyatakan program makan bergizi gratis merupakan langkah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mensejahterakan pelaku UMKM.
Menteri UMKM Maman Abdurahman menyebut adanya anggapan bahwa Presiden Prabowo tidak mendukung UMKM merupakan anggapan yang salah besar.
Sebab, Maman menjelaskan dari anggaran Rp335 triliun yang dianggarkan untuk program MBG tahun 2026 memberik dampak besar pelaku UMKM.
Baca Juga: Kadin Tegaskan UMKM dan Koperasi Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat
“Alokasi anggaran Rp335 triliun kepada program makan bergizi gratis yang paling menikmati hasil terbesar adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Nggak ada lagi,” kata Maman dalam Rakornas Kadin Bidang UMKM dan Koperasi 2025, Selasa (19/8/2025) malam.
Maman melanjut, adanya keberadaan dapur umum dalam program ini sepenuhnya akan digerakkan oleh pelaku usaha menengah.
Selain itu, banyak supplier yang terlibat, sepertu penyedia telur, ikan, daging, beras, sayuran, dan berbagai bahan pangan lainnya.
Dengan pola ini, program makan bergizi gratis tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga membangun ekosistem usaha baru yang melibatkan berbagai pelaku UMKM.
“Kenapa? Karena yang ditugaskan oleh pemerintah untuk melakukan perluasan keterlibatan UMKM di dalam ekosistem makan bergizi gratis adalah Kementerian UMKM,” ujar Maman.
Perlu diketahui, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: SAPA UMKM Jadi Syarat Akses Insentif dan Perlindungan Usaha
Anggaran program ini melonjak signifikan pada 2026, mencapai sekitar Rp335 triliun atau hampir dua kali lipat dari alokasi tahun sebelumnya yang berkisar Rp171 triliun.
Besarnya anggaran itu diharapkan mampu memperluas cakupan penerima manfaat hingga 82,9 juta orang, melalui lebih dari 32 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sejauh ini, program tersebut sudah menjangkau sekitar 20 juta penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









