Digitalisasi Pasar Tradisional Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Global

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenKopUKM) resmi meluncurkan program Digitalisasi Pasar Tradisional Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Program ini merupakan upaya strategis dalam memperkuat peran UMKM melalui pengintegrasian teknologi digital ke dalam transaksi jual beli di pasar tradisional.
Menteri UMKM, Maman Abdurahman menegaskan, pasar tradisional selama ini cenderung dipersepsikan sebagai ruang ekonomi yang terpinggirkan dan minim inovasi. Padahal, menurutnya, pasar tradisional adalah nadi ekonomi rakyat yang selama ini menopang konsumsi domestik.
“Pasar tradisional jangan terus-menerus terjebak stigma kumuh dan konvensional. Dengan digitalisasi, kita ingin membangkitkan kembali aktivitas ekonomi rakyat secara modern dan efisien,” ujar Maman dalam pidatonya.
Baca Juga: Rasio Kewirausahaan Indonesia Masih Rendah, Menteri UMKM Dorong Skema Waralaba sebagai Solusi
Lewat kerja sama dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) dan platform MPStore, program ini memungkinkan transaksi nontunai (cashless) dan penggunaan platform digital oleh pedagang pasar, tanpa menghilangkan pola transaksi konvensional yang sudah berlangsung lama.
Program ini juga menjadi bagian dari Super Apps SAPA UMKM, yang tengah dikembangkan untuk menyatukan berbagai layanan digital bagi pelaku UMKM, mulai dari transaksi, pemasaran, hingga integrasi rantai pasok global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 17.000 pasar tradisional aktif di Indonesia per tahun 2024.
Transformasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan omzet pedagang hingga dua kali lipat serta memperkuat daya saing di tengah tantangan pelemahan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Menteri UMKM Siapkan Sistem Satu Pintu untuk Permudah Sertifikasi dan Perizinan Pelaku Usaha
Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri menyambut baik program ini dan menekankan bahwa digitalisasi adalah langkah solutif yang sudah lama ditunggu oleh pedagang pasar.
“Kami siap berkolaborasi penuh agar pasar tradisional tidak hanya bangkit, tapi juga mampu bersaing di era ekonomi digital,” ujar Abdullah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









