Kolaborasi Digital dan Pedagang Pasar Didorong, SAPA UMKM Jadi Solusi Pemerintah

AKURAT.CO Pemerintah terus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menjembatani kolaborasi antara platform digital dan pelaku usaha pasar tradisional. Salah satu langkah konkret adalah peluncuran platform SAPA UMKM, yang dirancang sebagai solusi digital terintegrasi bagi pelaku usaha kecil.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah melihat bahwa kolaborasi antara teknologi dan pedagang pasar sangat krusial dalam meningkatkan daya saing UMKM di era digital.
“Jangan anggap pola baru ini musuh atau lawan, kami ajak kerja sama semua pihak agar pola belanja digital bisa bantu menambah omzet usaha,” kata Maman di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2025).
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah
SAPA UMKM dibangun untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi para pelaku usaha kecil, seperti birokrasi rumit, kesulitan akses pembiayaan, serta minimnya digitalisasi dalam operasional usaha.
“Kami membangun sistem SAPA UMKM yang akan menjadi pasar digital bagi pengusaha UMKM dengan biaya sangat murah. Sehingga ekonomi rakyat dapat tumbuh secara inklusif,” ujar Maman.
Selain menghadirkan platform digital, Kementerian UMKM juga menjadi mitra strategis dalam mempertemukan MPStore, platform teknologi UMKM, dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat proses digitalisasi dan memperluas jangkauan pemasaran para pelaku pasar tradisional.
Menurut Maman, perubahan pola konsumsi masyarakat yang kian bergantung pada perangkat digital, seperti ponsel pintar dan layanan e-commerce, tidak bisa dihindari. Karena itu, pedagang pasar perlu memanfaatkan teknologi untuk tetap relevan di tengah kompetisi.
Baca Juga: Menteri Maman: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Belanja Produk UMKM
“Sekarang bukan waktunya memisahkan antara tradisional dan digital. Keduanya bisa berjalan berdampingan. Misalnya lewat QRIS dan sistem penjualan daring,” ujar dia.
Transformasi digital, lanjut Maman, bukan sekadar wacana. Pemerintah akan terus memberikan pelatihan, pendampingan, dan insentif agar UMKM bisa tumbuh dengan memanfaatkan potensi teknologi.
“Kami pastikan UMKM tidak tertinggal dalam arus perubahan, karena di sanalah kekuatan ekonomi rakyat berada,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen








