Kemendag Dorong UMKM Perempuan Go Global Lewat Digitalisasi dan Akses Ekspor

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan komitmen pemerintah dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan melalui digitalisasi dan pembukaan akses ekspor.
Hal ini disampaikan dalam forum ASEAN Women Economic Summit (AWES) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam sesi panel "Women Pioneering Change Across Continents", Wamendag Roro menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas kerja sama internasional dan domestik guna memperkuat peran perempuan dalam sektor perdagangan.
Baca Juga: Kemendag Perkuat Perlindungan Konsumen Paylater di E-Commerce
“Kementerian Perdagangan melalui kerja sama dengan International Trade Centre (ITC) menghadirkan program SheTrades Hub Indonesia yang memetakan peran perempuan dalam perdagangan dan menyediakan pelatihan serta pendampingan ekspor bagi UMKM perempuan,” ungkap Roro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Menurut data Kementerian Perdagangan, dari 66 juta UMKM di Indonesia, sekitar 64,5% dimiliki perempuan. Namun hanya 11% yang terlibat dalam ekspor.
Padahal, UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional yakni 60,5% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja.
Untuk meningkatkan daya saing UMKM perempuan, pemerintah meluncurkan inisiatif "UMKM BISA Ekspor" dalam program kerja 100 hari Menteri Perdagangan. Program ini memperluas akses ke pasar internasional, memberikan dukungan struktural, dan membuka peluang strategis.
Baca Juga: Kemendag dan Google Luncurkan Gemini Academy di Yogyakarta
Tak hanya itu, Indonesia juga mengapresiasi dukungan sektor swasta, seperti Tokopedia dan Lazada, dalam memperluas akses ekonomi digital melalui pelatihan gender-responsif.
Wamendag Roro menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya dengan infrastruktur digital, tapi juga peningkatan keterampilan dan akses finansial.
Penelitian SheTrades menyoroti pentingnya akses terhadap dua aspek tersebut agar UMKM perempuan bisa bersaing secara global.
Dengan membangun jalur digital yang inklusif dan membuka ruang ekspor, Indonesia mendorong UMKM perempuan untuk tidak hanya bertahan, tetapi memimpin di pasar global.
“Digitalisasi adalah kunci, dan perempuan harus menjadi bagian utamanya,” tutup Roro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






