Kembangkan UMKM Ponpes Buntet, Pos Indonesia Serahkan Emas Pospay Gold

AKURAT.CO, PT Pos Indonesia (Persero) berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tak terkecuali kepada UMKM-UMKM di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.
Langkah nyata tersebut dilakukan Pos Indonesia ketika menghadiri acara pelatihan dan pameran digitalisasi UMKM Alumni Pondok Pesantren Buntet yang bertajuk 'Santripreneur Go Digital & Expo UMKM Santri.'
Baca Juga: 7 Cara Branding Produk Untuk UMKM, Pemula Harus Tahu!
"Hari ini, PT Pos Indonesia hadir di Pesantren Buntet melakukan beberapa kegiatan. Salah satunya itu kami tadi memberikan materi atau memberikan pembekalan kepada para UMKM, Santripreneur, untuk layanan transaksi keuangan digital," ujar Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Haris.
Dalam komitmennya mendukung UMKM, Pos Indonesia berupaya untuk selalu hadir di daerah-daerah. Salah satunya dengan mendorong aplikasi milik Pos Indonesia, Pospay super app untuk bisa diakses ke semua daerah sehingga bisa digunakan para UMKM. Termasuk UMKM di Ponpes Buntet..
Kehadiran superapp Pospay ini diharapkan bisa memermudah sekaligus membantu para pelaku UMKM dalam melakukan operasional penjualannya. Mulai dari memproduksi barang hingga pengiriman barang.
Haris berharap UMKM di Pesantren Buntet dan sekitarnya bisa makin maju dan mengembangkan usahanya sampai ke pasar internasional. Bahkan, bisa berkembang bersama-sama PT Pos Indonesia.
Baca Juga: PT Pos Indonesia Siapkan 2.635.630 KPM untuk BST
Bantuan dan dukungan PT Pos Indonesia disambut gembira Ketua Umum Yayasan Pesantren Buntet Kh Salman Al Farisi.
"Kami ucapkan banyak terima kasih. Ini adalah bagian dari usaha kami juga. Karena kami ingin pondok pesantren hadir, tidak sekadar menjadi tempat pendidikan, pusat pendidikan, khususnya dalam keagamaan, tetapi juga kami menjadi pusat ekonomi," kata Al Farisi.
"Kami juga bisa bekerja sama dengan pemerintah. Dalam hal ini juga dengan PT Pos Indonesia dan dengan perusahaan-perusahaan yang lain. Agar kami bisa menjadi pelayan kepada masyarakat dengan meningkatkan ekonomi mereka," tambahnya.
Acara ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari Wakil Presiden (Wapres) K.H Ma’ruf Amin. Dirinya turut hadir dalam acara tersebut.
"Saya ingin mendorong terus peran-peran pesantren ini ke depan sebagai bagian daripada usaha pengembangan ekonomi baru yang selama ini tidak dianggap sebagai potensi ekonomi. Kita kembangkan dalam rangka meningkatkan, menguatkan ekonomi nasional kita," ujar Ma'ruf Amin.
Wapres menilai peran pesantren dalam UMKM sangat penting. Bahkan, menurutnya sudah berjalan dengan baik, terutama di Ponpes Buntet.
"Dan ada yang sudah sampai ekspor ke luar negeri ya, dan banyak mempekerjakan juga masyarakat, memberdayakan masyarakat, dan juga bisa hasil-hasil produk masyarakat bisa di hilirisasi oleh para pelaku usaha UMKM, baik yang dibiayai oleh Bank Wakaf Mikro yang di pesantren ini maupun juga tentu dari pembiayaan-pembiayaan yang lain," tuturnya.
Kehadiran Pospay Gold sebagai upaya Pos Indonesia membantu masyarakat mempersiapkan masa depan dengan bertransaksi fisik emas menggunakan harga yang dinamis (harga pasar internasional).
Bukan hanya sekadar bertransaksi, Pos Indonesia juga mengedepankan nilai-nilai syariah dalam wadah transaksi fisik emas di Pospay Gold tersebut sehingga tidak ada unsur-unsur perjudian atau pun penipuan dalam aplikasi tersebut.
Pos Indonesia tidak bergerak sendiri untuk membuat Pospay Gold. Mereka bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kinesis Global.
Langkah ini pun disambut positif Presiden Komisaris Kinesis Erick Meine.
"Saya merasa sangat gembira dengan hal ini, dan saya pikir ini akan menjadi langkah yang cukup besar bagi Indonesia dan masyarakat untuk dapat menabung dengan sangat mudah, jumlah emas yang sangat kecil dengan harga yang sangat bagus sehingga membawa harga internasional dan kemampuan untuk membeli dan sebagainya," ujar Eric.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







