Apakah Indonesia Bisa Melihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026? Cek Faktanya

AKURAT.CO Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Fenomena langit ini menarik perhatian karena dapat membuat siang hari berubah gelap selama beberapa saat di wilayah yang berada di jalur totalitas.
Namun, apakah Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 bisa dilihat dari Indonesia? Jawabannya tidak.
Baca Juga: Apa Itu Buck Moon? Kenali Asal-usul dan Cara Menikmati Bulan Purnama Juli 2026
Kenapa Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat di Indonesia?
Indonesia berada di luar jalur bayangan Bulan yang melintas saat gerhana berlangsung. Lintasan fenomena tersebut berada di wilayah Belahan Bumi Utara.
Karena posisinya tidak berada di jalur tersebut, masyarakat Indonesia tidak dapat melihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 dari wilayah Indonesia.
Bahkan, Indonesia juga tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan fase Gerhana Matahari Sebagian pada tanggal tersebut.
Wilayah Mana yang Bisa Melihat Gerhana?
Jalur totalitas Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 akan melewati sejumlah wilayah, antara lain Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Spanyol bagian utara, serta sebagian kecil Portugal bagian timur laut.
Spanyol menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena fenomena ini menjadi Gerhana Matahari Total pertama yang dapat diamati dari daratan negara tersebut sejak 1905.
Berapa Lama Gerhana Matahari Total Berlangsung?
Durasi totalitas berbeda-beda tergantung lokasi pengamatan. Di titik dengan kondisi terbaik, fase Matahari tertutup sepenuhnya diperkirakan berlangsung sekitar 2 menit 18 detik.
Fenomena keseluruhan berlangsung lebih lama karena terdapat fase sebelum dan sesudah totalitas.
Apakah Indonesia Bisa Melihatnya Secara Online?
Masyarakat Indonesia yang penasaran tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran langsung atau dokumentasi dari wilayah yang berada di jalur gerhana.
Jadi, meski Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak bisa disaksikan langsung dari Indonesia, masyarakat tetap dapat mengikuti momen astronomi tersebut melalui berbagai kanal observatorium, lembaga antariksa, maupun media yang menyiarkan peristiwa tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









