Simak Lokasi Gerhana Matahari 22 September 2025, Jam Berapa Waktu Lihatnya?

AKURAT.CO Gerhana Matahari sebagian atau parsial akan terjadi pada 21-22 September 2025.
Fenomena Gerhana Matahari sebagian ini tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia karena kondisi geografis dan waktu kejadiannya yang tidak memungkinkan.
Namun, masyarakat di beberapa negara di belahan Bumi Selatan akan berkesempatan untuk mengamatinya secara langsung, dan bagi masyarakat Indonesia, siaran langsung (live streaming) tersedia sebagai alternatif.
Lokasi Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian 21-22 September 2025
Gerhana Matahari sebagian pada 21-22 September 2025 hanya dapat disaksikan dari beberapa wilayah tertentu di belahan Bumi Selatan.
Berikut adalah daftar wilayah yang berkesempatan menyaksikan fenomena ini secara langsung.
1. Selandia Baru
Di Selandia Baru, gerhana diperkirakan akan terlihat pada Senin, 22 September 2025, karena perbedaan waktu.
Beberapa kota di Selandia Baru dengan cakupan gerhana parsial:
- Christchurch: 69,15% cakupan
- Chatham Islands: 65,33% cakupan
- Auckland: 60,79% cakupan
- Invercargill: Lokasi terbaik untuk mengamati
2. Australia bagian timur
- Macquarie Island: Lokasi terbaik untuk mengamati
3. Antartika (sebagian wilayah)
- Zucchelli Station: Lokasi terbaik untuk mengamati
4. Kepulauan Mikronesia
5. Berbagai negara kepulauan di Pasifik Selatan
- American Samoa
- Kepulauan Cook
- Fiji
- Kiribati
- New Caledonia: 29,77% cakupan
- Niue
- Norfolk Island
- Polinesia Prancis
- Samoa
- Tokelau
- Tonga: 31,66% cakupan
- Tuvalu
- Vanuatu
- Wallis dan Futuna
Total sekitar 16,6 juta orang diperkirakan dapat menyaksikan fenomena gerhana ini, dengan 409 ribu di antaranya bisa melihat hingga 70% cakupan gerhana.
Waktu Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian 21-22 September 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis jadwal resmi terkait waktu terjadinya gerhana menggunakan Universal Time (UTC).
Apabila dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB), waktu tersebut akan bertambah +7 jam.
Berikut adalah rincian jadwal fase gerhana.
Awal gerhana:
17.29 UTC (21 September 2025)
00.29 WIB (22 September 2025)
Puncak gerhana:
19.41 UTC (21 September 2025)
02.41 WIB (22 September 2025)
Akhir gerhana:
21.53 UTC (21 September 2025)
04.53 WIB (22 September 2025)
Durasi total gerhana diperkirakan sekitar 4 jam 24 menit.
Mengapa Gerhana Tidak Terlihat dari Indonesia?
Masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan langsung fenomena Gerhana Matahari sebagian ini.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Parsial, dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, menjelaskan bahwa faktor geografis menjadi penyebab utama.
Selain itu, jalur gerhana tidak melintasi kawasan Asia Tenggara, dan sebagian besar fase gerhana terjadi pada malam hari di Indonesia.
Cara Menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian secara Daring
Meskipun tidak dapat terlihat dari langit Indonesia, masyarakat tetap dapat menikmati fenomena ini secara daring melalui siaran langsung (live streaming).
Beberapa lembaga antariksa dan situs internasional menyediakan platform untuk menyaksikan gerhana secara global. Beberapa platform yang menyediakan siaran langsung antara lain.
1. Time and Date Live Streaming: Situs ini menyediakan tautan khusus untuk siaran langsung gerhana. Siaran langsung dari Time and Date dimulai pada pukul 01.00 WIB dini hari pada 22 September 2025.
2. Space.com: Situs ini juga mengonfirmasi bahwa gerhana dapat ditonton secara global melalui siaran langsung.
3. NASA TV
4. Sejumlah observatorium luar negeri
Akses digital ini memungkinkan masyarakat Indonesia untuk tetap merasakan pengalaman menyaksikan Gerhana Matahari sebagian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









