Panduan Lengkap Cara Melamar Kerja di Taiwan untuk Pekerja Indonesia

AKURAT.CO Pernah terpikir untuk bekerja di luar negeri dengan gaji tinggi, lingkungan kerja yang tertib, dan kesempatan menambah pengalaman internasional?
Taiwan bisa jadi salah satu destinasi yang patut dipertimbangkan. Negara yang dikenal maju di bidang teknologi dan manufaktur ini membuka banyak peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.
Selain menawarkan gaji kompetitif, Taiwan juga memiliki sistem perlindungan pekerja migran yang cukup baik dan transparan.
Banyak pekerja Indonesia yang sukses meniti karier di sana, mulai dari sektor industri, perawatan, hingga elektronik. Nah, kalau kamu tertarik untuk mengikuti jejak mereka, yuk simak panduan lengkap tentang cara melamar kerja di Taiwan berikut ini!
Baca Juga: Taiwan Perkenalkan Teknologi Manufaktur Cerdas di Manufacturing Indonesia 2025
Penuhi Syarat Dasar Calon Pekerja
Sebelum melamar, pastikan kamu memenuhi kriteria dasar yang ditetapkan pemerintah Taiwan dan Indonesia.
Umumnya, pelamar harus berusia 20–38 tahun, memiliki ijazah minimal SMA atau SMK, serta sehat jasmani dan rohani. Selain itu, calon pekerja juga wajib tidak memiliki catatan kriminal dan siap mengikuti pelatihan pra-kerja luar negeri yang difasilitasi oleh lembaga resmi.
Untuk beberapa posisi seperti caregiver (perawat lansia) atau pabrik elektronik, pelamar juga perlu memiliki kemampuan dasar berbahasa Mandarin agar komunikasi di tempat kerja lebih lancar.
Baca Juga: The Habibie Center dan Ocean Affairs Council Taiwan Perkuat Kolaborasi Atasi Sampah Laut
Pilih Jalur Resmi Melalui Lembaga Penyalur Terpercaya
Langkah berikutnya adalah menentukan jalur keberangkatan. Pemerintah Indonesia mewajibkan calon pekerja menggunakan jalur resmi melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Kamu bisa mengecek daftar P3MI legal di situs resmi Kemnaker.go.id untuk memastikan lembaga yang kamu pilih terdaftar. Hindari tawaran kerja yang tidak memiliki izin, ya, karena bisa berujung pada penipuan atau status ilegal di luar negeri.
Ikuti Pelatihan dan Pemeriksaan Dokumen
Setelah memilih jalur resmi, pelamar wajib mengikuti pelatihan pra-penempatan (Pre Departure Training). Pelatihan ini meliputi keterampilan kerja sesuai sektor, etika budaya Taiwan, serta pembekalan bahasa Mandarin dasar.
Selain itu, kamu juga harus menyiapkan dokumen penting seperti:
-
Paspor dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
-
Ijazah pendidikan terakhir
-
Surat keterangan sehat dari rumah sakit yang diakui
-
Surat izin keluarga (bagi yang sudah menikah)
-
SKCK dari kepolisian
Proses Seleksi dan Wawancara dengan Pemberi Kerja
Setelah dokumen lengkap, lembaga penyalur akan mengirimkan profil kamu ke calon perusahaan di Taiwan. Jika sesuai kualifikasi, kamu akan mengikuti wawancara daring (online) langsung dengan pihak pemberi kerja.
Proses seleksi ini biasanya menilai kemampuan komunikasi, kesopanan, dan kesiapan bekerja dalam lingkungan industri. Jika lolos, kamu akan menerima kontrak kerja resmi yang berisi durasi kerja (biasanya 2–3 tahun), jam kerja, gaji, serta hak cuti dan jaminan sosial.
Pengurusan Visa Kerja dan Izin Tinggal
Setelah kontrak disetujui, kamu bisa mengajukan visa kerja (Employment Visa) melalui Taiwan Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta. Dokumen yang biasanya diminta meliputi paspor, kontrak kerja, hasil tes kesehatan, dan surat rekomendasi dari Kemnaker.
Proses visa ini memakan waktu sekitar 5–10 hari kerja, tergantung kelengkapan berkas. Setelah visa keluar, kamu juga akan mendapatkan ARC (Alien Resident Certificate) saat tiba di Taiwan sebagai bukti izin tinggal dan kerja yang sah.
Tiba di Taiwan dan Ikuti Orientasi
Setibanya di Taiwan, kamu akan mengikuti orientasi pekerja asing yang diadakan oleh otoritas setempat. Di sini, kamu akan diberi informasi tentang peraturan kerja, hak dan kewajiban, serta kontak darurat seperti Taiwan Labor Hotline 1955 yang bisa dihubungi jika mengalami kendala.
Nadira Maia Arziki (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








