AGTC Unisma Bekasi: Tips Jadi Konten Kreator Sukses dan Raup Cuan Ala Tole Sutrisno

AKURAT.CO Profesi konten kreator kini semakin digemari oleh generasi milenial dan Gen Z, terutama di kalangan mahasiswa dan pelajar.
Hal ini terlihat jelas dalam acara Akurat Goes To Campus (AGTC) yang digelar di Kampus Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Kamis (3/10/2024).
Sebanyak 150 mahasiswa dari berbagai jurusan memadati Aula Pasca Sarjana, Gedung I Unisma Bekasi, untuk mengikuti pelatihan jurnalistik bertajuk "Menjadi Jurnalis Video Hebat Dalam 120 Menit."
Acara ini diselenggarakan oleh Akurat.co bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma Bekasi serta disponsori oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Baca Juga: Polisi Pastikan Tak Ada Pelanggaran Kode Etik Terkait Penemuan 7 Mayat di Kali Bekasi
CEO TA PRO Music & Publishing, Tole Sutrisno, yang menjadi pembicara utama, berbagi tips bagaimana menjadi konten kreator sukses sekaligus meraih cuan.
Tole pertama-tama mengajak mahasiswa untuk memahami perbedaan antara jurnalis video dan konten kreator.
“Jurnalis video melakukan kegiatan jurnalistik dengan merekam, mengedit, dan menyebarkan gambar atau video, sementara konten kreator memproduksi beragam konten digital, termasuk informasi tertulis, audio, dan visual,” jelas mantan wartawan senior Grup Jawa Pos ini.
Meski berbeda, Tole menekankan bahwa jurnalis video dan konten kreator memiliki kesamaan, yakni sama-sama memproduksi sesuatu untuk disebarluaskan kepada publik.
“Konten kreator adalah pengembangan dari jurnalis video dengan basis media platform digital,” tuturnya.
Baca Juga: BPKH Limited Luncurkan Produk Bumbu Kampoeng untuk Konsumsi Haji dan Umrah
Tole kemudian mengungkap rahasia meraih cuan sebagai konten kreator. Menurutnya, ada empat sumber utama pendapatan, yakni endorse dan promosi berbayar, Adsense, undangan acara (event invitation), dan penjualan merchandise.
“Peluang cuan bisa didapatkan dari platform seperti YouTube dan TikTok,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa bisa memperoleh pendapatan dari YouTube melalui Google AdSense atau iklan bagi channel yang sudah dimonetisasi.
Di TikTok, cuan dapat diraih melalui konten bersponsor atau unggahan video yang mengikuti tren viral dan konsisten berpartisipasi dalam tantangan TikTok.
Tole juga menyarankan untuk menggabungkan YouTube dan TikTok sebagai strategi promosi yang saling mendukung, sehingga pendapatan yang dihasilkan bisa lebih besar.
“Jadikan TikTok sebagai sarana promo untuk konten yang ada di YouTube. Keduanya memiliki potensi yang saling berkaitan dan bisa mengcreate revenue lebih maksimal,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








