Louis Vuitton, Mantan Gelandangan yang Menciptakan Brand Fashion Elite Dunia

AKURAT.CO - Louis Vuitton, salah satu jajaran brand fashion paling elit dan mewah di dunia, merupakan simbol keberhasilan dan prestise.
Pemilik Louis Vuitton saat ini yaitu Bernard Arnault bahkan pernah menduduki jajaran orang terkaya nomor satu di dunia baru-baru ini bergantian dengan pendiri Tesla, Elon Musk.
Pada 12 Juli 2023, brand ini dikenal sebagai salah satu yang paling mahal di dunia. Namun, sejarah perusahaan ini memiliki awal yang sangat sederhana dan penuh tantangan.
Louis Vuitton lahir pada 4 Agustus 1821 di Anchay, Prancis. Ayahnya adalah seorang petani, dan ibunya seorang pembuat topi.
Baca Juga: 5 Potret Fashionable Jackson Wang, Terpilih Jadi House Ambassador Louis Vuitton
Namun, masa kecil Louis tidaklah mudah. Ia kehilangan ibunya ketika masih berusia 10 tahun, dan ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang sangat kejam.
Pada usia 13, ayahnya meninggal sehingga Louis meninggalkan rumahnya dan memutuskan untuk kabur karena tidak tahan dengan ibu tirinya.
Perjalanan Louis ke Paris adalah langkah besar menuju mimpi besar. Ia berjalan kaki menuju kota besar ini, yang berjarak sekitar 365 kilometer dari desanya di pedesaan.
Louis tiba di Paris dalam kondisi tanpa uang, tempat tinggal, atau makanan. Namun, tekadnya yang kuat memotivasi Louis untuk bertahan hidup. Ia mengambil pekerjaan apa pun yang dapat ditemuinya, bahkan tidur di jalanan dan hutan.
Baca Juga: Hyein NewJeans Didapuk Jadi BA Louis Vuitton, Termuda Sepanjang Sejarah
Bertemu Permaisuri Prancis, Titik Balik Karir
Selama perjalanan ini, Louis mengembangkan keterampilan dalam pekerjaan logam, batu, kain, dan kayu.
Tiga tahun kemudian, pada tahun 1837, ia tiba di Paris. Disini, ia mulai bekerja sebagai pembuat koper terkenal dan hebat di masanya yaitu Monsieur Marechal.
Pekerjaannya menarik perhatian banyak orang karena keahlian dan kualitas produk buatannya, hingga pada akhirnya, Louis menjadi pembuat koper pribadi untuk Permaisuri Prancis, Eugénie de Montijo, istri Kaisar Napoleon III.
Kerja sama dengan permaisuri membuka banyak peluang baru bagi Louis. Louis pun menikah dan mencoba peruntungannya untuk memulai bisnis koper sendiri pada tahun 1854.
Baca Juga: Bikin Heboh ! Louis Vuitton Menghadirkan Cristiano Ronaldo dan Leonel Messi Dalam satu Frame
Produknya memiliki desain khas, dengan koper datar yang dilengkapi kunci untuk mencegah pencurian, ini berbeda dengan koper yang umum pada saat itu dengan model bundar di bagian atasnya.
Produk-produk Louis Vuitton menjadi sangat populer dan dicari oleh banyak orang kaya, bangsawan, dan penjelajah.
Hancur Lebur Akibat Perang dan Bangkit
Sayangnya, perang Prancis-Rusia menghantam perusahaan ini, yang membuatnya tutup sementara dan mengungsi ke tempat yang aman Bersama keluarganya.
Setelah kondisi aman Louis kembali ke rumah yang hancur dan menemukan semua bahan baku miliknya telah dicuri.
Namun, dengan tekadnya, ia membangun kembali bisnisnya dari nol dengan sisa tabungan yang sedikit.
Akhirnya pada tahun 1872, ia berhasil membawa bisnisnya kembali ke permukaan, Louis Vuitton mengenalkan pola garis-garis pada kopernya dan disukai banyak orang.
Pada tahun 1885 Louis Vuitton mulai melakukan ekspansi ke seluruh dunia diawali dari London sebagai pusat ekonomi dunia yang kemudian membuat Louis Vuitton menjadi salah satu brand paling terkenal di dunia karena produknya dibeli bangsawan dan jutawan Amerika.
Baca Juga: Hampir Dipakai DPRD Kota Tangerang, 7 Fakta Pendiri Brand Louis Vuitton yang Menghebohkan!
Bisnis Keluarga dari Generasi ke Generasi
Setelah Louis meninggal dunia pada usia 72 tahun, putranya, Georges Vuitton, mengambil alih bisnis tersebut. Georges sukses menjual produk Louis Vuitton di Amerika setelah berkongsi dengan Jenderal Amerika John Wanamaker.
Georges lah yang mengenalkan brand ini ke pasar internasional. Georges juga menciptakan monogram khas brand ini, yang berisi huruf "L" dan "V" yang terpaut, untuk menghormati ayahnya.
Gaston-Louis Vuitton, cucu Louis Vuitton, mewarisi perusahaan ini usai Georges wafat pada tahun 1936 dan membawanya ke masa kejayaan baru.
Kemudian Gaston mewarisi bisnis LV kepada putra-putrinya yang kemudian salah satu menantunya bernama Henry Racamier berhasil membuka toko Louis Vuitton di seluruh dunia, dan perusahaan mulai mendominasi pasar barang-barang mewah.
Henry juga memutuskan untuk melantai di bursa saham, menjadikan LV sebagai perusahaan terbuka yang kemudian membawa omzet perusahaan tersebut senilai USD 1 Miliar pada tahun 1987.
Henry lalu memutuskan untuk berkongsi dengan perusahaan minuman keras yaitu Moet Hennessy agar semakin maju dan membentuk konglomerasi LVMH.
Baca Juga: Direktur Artistik Louis Vuitton Meninggal Dunia Karena Kanker Langka
Punahnya Dinasti LV di Perusahaan
Namun, Kerjasama itu tidak sesuai yang diharapkan keduanya saling tidak akur, Kemudian Henry meminta tolong kepada kawannya yaitu Bernard Arnault yang memiliki bisnis sukses di bidang properti, untuk ikut bergabung sebagai investor dan membeli saham perusahaan tersebut.
Namun, alih-alih membantu kawannya, rupanya diam-diam, Arnault akhirnya mengambil alih perusahaan yang didukung pula oleh Moet Hennessy, hal ini pun menyebabkan konflik hukum dengan Henry Vuitton, cucu Gaston yang membawa kasus ini ke pengadilan.
Perjuangan ini akhirnya dimenangkan oleh Arnault, yang kemudian membentuk konglomerasi LVMH (Moët Hennessy Louis Vuitton) dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, struktur perusahaan tidak mengikutsertakan keluarga Vuitton.
Bernard Arnault pun per tanggal 12 Juli 2023 menempati posisi sebagai orang terkaya nomor 2 di dunia dengan kekayaan mencapai USD 229,6 Milliar atau Rp3.500 Triliun.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Bernard Arnault, dari Bekerja di Konstruksi hingga Jadi Bos Louis Vuitton
Louis Vuitton, sebuah brand yang dimulai oleh seorang yang dulunya adalah seorang gelandangan, tumbuh menjadi salah satu merek paling ikonik dan mewah di dunia.
Kisah sukses ini mengajarkan kita bahwa kemauan keras, dedikasi, dan kreativitas dapat mengubah hidup, bahkan dari kondisi yang sulit sekalipun.
Sebuah pengingat bahwa kesuksesan bukanlah sekadar tentang uang, tetapi juga tentang semangat dan tekad untuk meraih impiannya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









