Alasan Tenaga Farmasi Mampu Membaca Resep Dokter, Ada Kode Khusus?

AKURAT.CO Tulisan resep dokter identik dengan huruf dan pelafalannya yang kurang jelas.
Resep dalam dunia kesehatan merupakan permintaan tertulis dokter atas sakit yang diajukan untuk menjadikan obat penyembuhan.
Umumnya, seseorang tanpa latar belakang farmasi atau tenaga kesehatan akan sulit membacanya. Lalu, mengapa tenaga kesehatan atau bagian farmasi mampu membacanya?
Dikutip dari beberapa sumber pada Jumat (1/9/2023), inilah alasan mengapa tenaga kesehatan atau tenaga farmasi mampu membaca tulisan dokter.
Alasan Tenaga Farmasi Mampu Membaca Tulisan Resep Dokter
-
Tulisan dilengkapi kode latin
Ternyata, tulisan yang dianggap aneh oleh orang awam merupakan kode latin yang perlu diketahui oleh dokter dan juga anak farmasi. Pasalnya, kode latin tersebut dibuat agar tidak ada kesalahan dan menjadi standar komunikasi petugas farmasi dengan dokter. Selain itu, kode latin ini juga memimalisir penyebutan suatu kata berbeda sehingga bahasa latin digunakan agar persepsi penulis resep dan pembaca tetap sama.
-
Terbiasa dengan ketelitian
Selanjutnya, yang menyebabkan tenaga farmasi mampu membaca tulisan resep dokter adalah karena terbiasa dengan ketelitian. Meskipun tulisan dokter sulit dibaca, karena proses pembiasaan seorang apoteker akan memudahkannya untuk tetap mengetahui apa yang dimaksud dari tulisan resep dokter. Namun, jika memang sangat sudah tak terbiasa, umumnya tenaga farmasi tersebut akan memastikannya dengan bertanya kepada pasien penyakit apa yang sedang dialaminya.
-
Sudah menjadi keterampilan
Salah satu alasan seorang tenaga farmasi dapat membaca tulisan resep dokter adalah karena sudah menjadi keterampilannya sejak dari masa pendidikan. Tenaga farmasi tentu memiliki pengalaman pendidikan di dunia kesehatan yang sudah terbiasa dengan nama-nama obat dan sebagaimana kode penulisan yang dituliskan.
Alasan Resep Dokter Sulit Dibaca
-
Banyak menulis sejak sekolah di kedokteran
Penyebab tulisan resep dokter sulit dibaca adalah karena rasa terbiasa menulis dengan cepat saat sekolah di kedokteran. Menulis lama akan membuang-buang waktu. Sehingga, tulisan cepat membuat goresan dan bentuk tulisan sedikit berantakan.
-
Banyak pasien
Selanjutnya, setelah banyak menulis selama pendidikan kedokteran, seorang dokter juga tentu menangani ratusan pasien setiap harinya yang membuat seorang dokter harus menulis resep berkali-kali. Hal tersebut membuat seorang dokter terbiasa menulis dengan cepat dan dengan kode yang sudah disepakati bersama dengan tenaga farmasi.
-
Efesiensi waktu
Efesiensi waktu juga tentu menjadi salah satu tujuan dari tidak rapinya tulisan resep dokter. Tulisan yang seadanya membuat berkurannya waktu hanya untuk menulis resep. Jadi, tak perlu tulisan yang rapih untuk membuat resep karena pasti seorang apoteker sudah memahaminya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T




