Akurat Logo

Studi Visa: Bukan Cuma Bali, Ini Alasan Turis Malaysia, Singapura, Australia hingga Arab Saudi Pilih Indonesia

Idham Nur Indrajaya | 8 Oktober 2026, 21:05 WIB
Studi Visa: Bukan Cuma Bali, Ini Alasan Turis Malaysia, Singapura, Australia hingga Arab Saudi Pilih Indonesia
Studi Visa mengungkap alasan turis asing pilih Indonesia, dari Malaysia, Singapura, Australia hingga Arab Saudi. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Ketika turis asing datang ke Indonesia, alasan mereka ternyata tidaksesederhana ingin menikmati pantai, kuliner, atau sekadar berlibur. Ada wisatawan yang tertarik karena kedekatan budaya, ada yang mengejar pengalaman wellness dan lifestyle, sementara sebagian lainnya mencari perjalanan keluarga dengan akomodasi premium serta pilihan wisata halal.

Temuan Visa Global Travel Intentions (GTI) 2026 menunjukkan bahwa turis asing pilih Indonesia dengan motivasi yang berbeda-beda, tergantung negara asalnya. Malaysia, Singapura, Australia, dan Arab Saudi memiliki pola perjalanan serta kebutuhan pengalaman yang tidak sama.

Jawaban singkatnya: turis asing memilih Indonesia karena kombinasi keterjangkauan, budaya, kuliner, pengalaman, alam, serta kebutuhan perjalanan yang spesifik. Studi Visa juga menunjukkan 77% wisatawan bepergian bersama keluarga, sementara hampir 60% pengeluaran perjalanan digunakan untuk penerbangan, akomodasi, dan makanan.

Mengapa Turis Asing Memilih Indonesia dengan Alasan yang Berbeda?

Indonesia memang memiliki daya tarik yang luas, tetapi wisatawan mancanegara tidak datang dengan ekspektasi yang seragam. Studi Visa Global Travel Intentions 2026 memperlihatkan adanya perbedaan motivasi yang cukup jelas di antara sejumlah pasar utama wisatawan inbound Indonesia.

Secara umum, keterjangkauan menjadi alasan utama wisatawan mancanegara memilih Indonesia, bahkan mengungguli kuliner lokal dan alam. Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa keputusan berwisata tidak hanya ditentukan oleh seberapa menarik sebuah destinasi, tetapi juga seberapa masuk akal biaya perjalanan yang harus dikeluarkan.

Pada saat yang sama, perjalanan wisata semakin banyak dilakukan bersama keluarga. Sebanyak 77% wisatawan yang disurvei bepergian bersama keluarga. Hampir 60% pengeluaran perjalanan mereka juga dialokasikan untuk tiga kebutuhan utama, yakni penerbangan, akomodasi, dan makanan.

Artinya, ketika seorang wisatawan memilih Indonesia, dampak ekonominya tidak berhenti pada tiket masuk destinasi. Satu perjalanan dapat menggerakkan maskapai, hotel, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan hingga pelaku usaha lokal.

Perbedaan karakter wisatawan kemudian menjadi semakin jelas ketika dilihat berdasarkan negara asal. Turis Malaysia, misalnya, memiliki pertimbangan yang berbeda dari wisatawan Australia. Begitu pula wisatawan Singapura tidak sepenuhnya mencari pengalaman yang sama dengan wisatawan Arab Saudi.

Apa yang Dicari Turis Malaysia Saat Berwisata ke Indonesia?

Bagi wisatawan Malaysia, kedekatan geografis, kesamaan budaya, dan konektivitas regional menjadi faktor penting ketika memilih Indonesia. Karakteristik tersebut membuat perjalanan ke Indonesia relatif mudah dipadukan dengan berbagai aktivitas wisata.

Studi Visa mencatat wisatawan Malaysia cenderung mengombinasikan perjalanan dengan kuliner lokal, belanja, dan berbagai atraksi. Dengan kata lain, perjalanan mereka tidak hanya berorientasi pada satu objek wisata.

Kedekatan budaya juga memberikan konteks menarik. Indonesia dan Malaysia memiliki sejumlah kemiripan bahasa, budaya, serta makanan, tetapi wisatawan tetap dapat menemukan pengalaman berbeda ketika berada di Indonesia.

Dalam konteks ekonomi pariwisata, kombinasi tersebut menciptakan banyak titik transaksi. Wisatawan yang datang untuk kuliner dan belanja, misalnya, tidak hanya membutuhkan hotel dan transportasi, tetapi juga berinteraksi dengan restoran, pusat perbelanjaan, merchant lokal, dan berbagai penyedia jasa.

Pola ini menunjukkan bahwa kedekatan antarnegara tidak selalu membuat pengalaman wisata menjadi monoton. Justru, akses yang lebih mudah dapat membuka peluang perjalanan yang lebih sering dan beragam.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.