4 Adegan Paling Menyayat Hati di Episode 3–4 “IDOL I”

AKURAT.CO Drama Korea IDOL I sejak awal tak pernah menutupi sisi kelam dunia hiburan. Namun di episode 3 dan 4, ceritanya melangkah lebih jauh menyelami luka lama Do Ra Ik (Kim Jae Yeong) yang terus menghantuinya hingga kini.
Dua episode ini tak sekadar menyorot tekanan popularitas, tetapi juga menelanjangi dampak psikologis dari eksploitasi, rasa takut, dan pengabaian yang berlangsung bertahun-tahun.
Dari serangan panik di pagi hari hingga mimpi masa kecil yang berubah menjadi trauma, inilah empat momen paling menyedihkan dari episode 3–4 IDOL I.
Baca Juga: 20 Rekomendasi Drakor 2025 Rating Tertinggi, Wajib Masuk Watchlist Tahun Ini
Trauma Do Ra Ik terhadap Maeng Se Na
Salah satu adegan yang awalnya dikemas ringan justru berujung sangat mengusik. Do Ra Ik terbangun di rumah Maeng Se Na (Sooyoung) setelah mabuk berat dan pingsan di jalan. Meski Hyun Jin (Park Chung Jae) menawarkan diri mengantarnya pulang, Se Na bersikeras membawa Do Ra Ik ke apartemennya dan menidurkannya di kamar pribadi.
Awalnya suasana terasa komedi Se Na berjalan berjingkat sambil menyembunyikan sisa-sisa masa lalunya sebagai fangirl. Namun pagi harinya berubah drastis. Do Ra Ik terbangun, melihat Se Na memegang pisau dapur, dan langsung panik hingga terjatuh.
Padahal Se Na hanya sedang memasak. Kontras antara visual cerah dan ketakutan Do Ra Ik menegaskan satu hal: trauma lama membuatnya tak lagi merasa aman, bahkan di tempat yang tenang.
Reaksi berlebihan itu membuka realita pahit betapa sering Do Ra Ik kemungkinan diteror sasaeng, diikuti, difoto diam-diam, dan privasinya dirampas hingga rasa aman tak lagi ia kenal.
“Dia Hanya Mesin Uang”
Eksploitasi oleh petinggi agensi mungkin sudah sering digambarkan dalam drama. CEO Goldie Entertainment yang memeras Gold Boys demi keuntungan terasa kejam, namun tidak mengejutkan. Yang jauh lebih menghancurkan justru datang dari orang terdekat.
Dalam episode terbaru, Maeng Se Na menemui ibu Do Ra Ik (Woo Mi Hwa) untuk memintanya menahan diri dari wawancara publik demi proses hukum. Alih-alih empati, sang ibu menunjukkan sikap dingin dan sinis bahkan meragukan anaknya sendiri. Yang ia pedulikan hanyalah uang dan citra. Saat seorang ibu memperlakukan anaknya sebagai ladang keuntungan, rasa sakitnya jauh melampaui keserakahan korporasi.
Mimpi Masa Kecil yang Hancur
Sejak awal, Do Ra Ik digambarkan tenggelam dalam duka atas kematian sahabat sekaligus rekan band-nya. Musik terasa seperti sesuatu yang telah mati bersamanya. Namun episode 3 dan 4 akhirnya mengungkap apa arti musik baginya sejak kecil.
Dalam kilas balik, Do Ra Ik kecil terlihat di sebuah bar, menatap ibunya yang bernyanyi di atas panggung dengan mata penuh kekaguman. Setelah tempat itu sepi, ia naik ke panggung dan bernyanyi, berharap diperhatikan dan dicintai. Sebuah mimpi polos seorang anak.
Sayangnya, mimpi itu berubah menjadi komoditas. Ibunya melihat bakat Do Ra Ik bukan sebagai impian yang perlu dijaga, melainkan peluang bisnis. Ia menyerahkannya ke Goldie Entertainment—dan secara tak langsung, meninggalkannya.
“Aku Tidak Tahu Dia Sesakit Itu”
Maeng Se Na selalu merasa dirinya mengenal Do Ra Ik luar dalam. Ia hafal kebiasaan, selera, hingga kebutuhan sehari-harinya tanpa catatan. Namun semuanya runtuh ketika ia melihat Do Ra Ik bersama Hye Joo (Choi Hee Jin).
Bukan cemburu yang mendominasi perasaannya, melainkan rasa bersalah. Se Na menyadari bahwa selama ini ia gagal melihat betapa dalam luka yang dipendam Do Ra Ik. Di balik senyum panggung dan citra sempurna, Do Ra Ik menanggung penderitaan sendirian terlalu lelah dan terlalu kesepian untuk berbagi.
Di tengah eksplorasi trauma Do Ra Ik, misteri pembunuhan utama terus bergerak. Dengan rekan band sebagai tersangka dan kemunculan kembali mantan kekasihnya, lingkaran kecurigaan kian melebar.
Pertanyaannya kini: berapa banyak rahasia lagi yang harus terbongkar sebelum kebenaran akhirnya terungkap?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









