Akurat Logo

Bisnis Kuliner Kena Teror Mistis, Nunung Ogah Pakai Orang Pintar: Aku Punya Allah

Nuzulul Karamah | 7 Oktober 2026, 23:02 WIB
Bisnis Kuliner Kena Teror Mistis, Nunung Ogah Pakai Orang Pintar: Aku Punya Allah
Nunung

AKURAT.CO Komedian kawakan Nunung kini tengah diterpa ujian berat dalam mengelola bisnis kulinernya. Tempat usahanya diduga mendapat kiriman teror mistis yang membuat omzet penjualan mendadak anjlok.

Kendati demikian, pemilik nama asli Tri Retno Prayudati ini enggan membalas ataupun meminta bantuan paranormal.

​Alih-alih mendatangi dukun demi mencari tandingan, Nunung lebih memilih mempertebal iman dan menyerahkan seluruh masalahnya kepada Sang Pencipta.

​"Daripada kita punya pikiran, 'ayo kita cari lawan buat gini-ginian,' aku enggak mau. Kan banyak orang pintar gitu, 'ayo di sana ada Mbak Nunung.' Ah enggak, aku enggak kayak gitu. Aku punya Allah kok, Allah itu kekuatanku," kata Nunung saat ditemui di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan belum lama ini.

Baca Juga: Nunung Buka Restoran, Kini Ekonominya Mulai Tertata

​Anggota grup lawak Srimulat ini tidak menampik bahwa hatinya sempat gusar saat melihat warungnya mendadak sepi pembeli. Meski begitu, ia menolak untuk berprasangka buruk dan memilih untuk berfokus mengevaluasi manajemen kulinernya terlebih dahulu.

​"Aku berdoa, 'ya Allah kalau memang ada kesalahan di dalam, beri petunjuk saya, akan saya benahi.' Tapi kalau memang ada orang yang niat nggak baik dengan warung saya, 'ya Allah sadarkan dia.' Udah, doaku cuma gitu aja, enggak mau suuzan," ungkapnya.

​Di tengah menurunnya pendapatan warung, Nunung tetap menjaga kualitas dan kehalalan usahanya. Ia pantang menyajikan makanan sisa hari sebelumnya kepada pembeli.

Makanan yang masih utuh dan layak makan justru ia kemas rapi untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Baca Juga: Bukan Cuma Kanker Payudara, Nunung Juga Alami Panic Attack: Takut Ditelepon Tengah Malam

​Tak lupa, ia juga mengimbau para karyawannya untuk selalu mengawali pekerjaan dengan berdoa sebelum mulai membersihkan area warung.

​"Aku kan paling enggak mau kalau makanan masih utuh disimpan untuk dijual besok. Mending, bikin kardus, dibungkus terus bagi-bagikan ke sopir becak, tukang parkir," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.