Akurat Logo

Bukan Soal Pidana, Ini Alasan Utama Sarwendah Minta Bantuan Komnas Anak

Nuzulul Karamah | 2 Oktober 2026, 23:42 WIB
Bukan Soal Pidana, Ini Alasan Utama Sarwendah Minta Bantuan Komnas Anak
Ruben Onsu

AKURAT.CO Alasan di balik langkah taktis penyanyi Sarwendah menyambangi Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak) akhirnya terkuak.

Mantan personel Cherrybelle tersebut ternyata berada dalam posisi dilematis setelah anak-anaknya menunjukkan penolakan saat dibujuk untuk bertemu dengan sang ayah, Ruben Onsu.

Baca Juga: Komnas PA Minta Ruben Onsu dan Sarwendah Redam Ego demi Anak

​Tim kuasa hukum Sarwendah, Pablo Putra Benua dan Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa kedatangan kliennya ke lembaga tersebut sama sekali bukan untuk melaporkan dugaan tindak pidana, melainkan murni demi meminta konsultasi dan pendampingan psikologis bagi buah hatinya.

​"Sebenarnya sebelumnya, Sarwendah sudah ke KPAI dan PPPA didampingi oleh rekan kita, Chris Sam Siwu, ya. Sudah didampingi di sana, lalu kita juga ke Komnas Anak karena anak-anak tersebut sudah dibujuk berulang kali oleh Sarwendah, tetapi anak-anak tersebut muncul kesan menolak untuk bertemu dengan ayahnya. Sarwendah sudah melakukan itu berkali-kali," ungkap Pablo Benua saat menggelar konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: Ruben Onsu Semprot Produser Film di Medsos, Menagih Hak Usai Film Tayang di Netflix: Mana Uang Saya! ​

​Situasi kian pelik ketika hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan adanya dampak kurang baik apabila anak-anak terus-menerus didesak.

Bujukan berulang dari Sarwendah justru memunculkan kesalahpahaman di benak sang buah hati.

​"Lalu karena anak-anak menolak, Sarwendah merasa jadi serba salah. Tidak mempertemukan, dia tetap digoreng-goreng, tetap diisukan yang tidak benar. Membujuk, takutnya nanti dianggap kesannya terlalu keras, menekan," terang Pablo.

​"Ada kesan anak-anak yang timbul di pikirannya bahwa seakan-akan Sarwendah mengusir anak-anak ketika menyuruh mereka bertemu dengan Saudara Ruben," tambahnya.

​Melihat ketegangan tersebut, pihak Sarwendah memilih mempercayakan penanganan masalah ini kepada Komnas Anak sebagai lembaga independen yang berkompeten.

Pablo juga meluruskan tuduhan liar yang menyebut kliennya melayangkan laporan kepolisian.

​"Kita datang ke Komnas, kita ingin mengadukan. Tapi mohon maaf, aduan tersebut bukan berarti kita mengalami suatu peristiwa pidana atau suatu peristiwa yang adil dan merugikan, enggak seperti itu. Mengadu tadi itu dalam hal kita meminta saran, meminta rekomendasi dari Komnas Anak yang merupakan ahli di dalam perlindungan anak," pukasnya.

​Melalui konsultasi ini, Sarwendah berharap hubungan Ruben Onsu dan anak-anak dapat kembali pulih tanpa harus menunggu keputusan akhir persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat ini, para buah hati juga tengah menjalani pemulihan psikologis secara intensif.

​"Karena anak-anak saat ini sedang melakukan rehabilitasi atas psikologi dan sosialnya, yang dilakukan oleh tim psikolog dari Komnas Anak," tutur Pablo.

​Senada dengan Pablo, Chris Sam Siwu menekankan bahwa seluruh langkah hukum dan konsultasi yang ditempuh telah dirancang secara matang demi memprioritaskan kesehatan mental anak-anak, jauh dari kesan memperkeruh suasana di ruang publik.

​"Kehadiran klien kami didampingi oleh rekan sejawat Pablo Benua di Komnas Anak, tentunya sudah dengan koordinasi kami. Kita ingin bekerja bersama demi kepentingan anak. Sekali lagi, tidak demi klien kami Sarwendah, tidak demi Ruben Onsu, klien Bang Minola, tetapi demi kepentingan anak," pungkas Chris Sam Siwu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.