Kembali Jadi Mahadewi, Yura Yunita Siap Hadapi Tantangan Ekstrem di Pagelaran Sabang Merauke 2026

AKURAT.CO, Solois berbakat Yura Yunita dipastikan kembali ambil bagian dalam pementasan megah "Pagelaran Sabang Merauke (PSM), Hanya Indonesia yang Punya" tahun ini.
Mengusung tema "Hikayat Srikandi Nusantara," Yura kembali dipercaya untuk memerankan karakter ikonis, Mahadewi.
Kembali terlibat dalam pertunjukan yang sarat akan nilai budaya ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi Yura.
Baca Juga: Yura Yunita Kenang Sosok Vidi Aldiano: Meninggal dengan Indah di Hari Nuzulul Quran
Pelantun tembang Tutur Batin ini mengaku selalu antusias setiap kali membahas proyek PSM. Baginya, panggung ini memiliki daya magis luar biasa yang tidak pernah ia rasakan di tempat lain.
"Aku selalu semangat kalau bicarakan PSM. Aku sebagai seniman terlibat di sini kayak recharge lagi. Dari segala macam panggung yang pernah aku jalani, cuma PSM yang magisnya enggak bisa ditemui di tempat lain," ungkap Yura Yunita saat ditemui di kawasan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Pada pergelaran tahun lalu, aksi Yura sebagai Mahadewi sukses memukau penonton.
Maka tak heran jika pihak penyelenggara kembali memberikan mandat tersebut kepada Yura untuk merepresentasikan simbol kekuatan perempuan Nusantara.
"Kejutan apalagi sih? Tahun kemarin aku jadi Mahadewi, aku merasa terhormat kembali dipercaya jadi Mahadewi. Karena dia sosok yang kuat," jelas pelantun "Harus Bahagia" ini.
Dikenal sebagai musisi yang gemar mengeksplorasi kemampuan diri, Yura mengaku tidak pernah takut keluar dari zona nyaman.
Alih-alih gentar, dia justru merasa tertantang ketika diberikan aksi panggung yang sulit dan tidak biasa.
"Aku tuh enggak bisa ditantang orangnya. Kalau ditantang aku malah makin ayo," sambungnya sembari tersenyum.
Menjelang hari pementasan, penyanyi asal Bandung ini mulai intens melakukan persiapan fisik dan mental demi menyuguhkan performa yang lebih impresif.
Baca Juga: Lirik Lagu Risalah Hati yang Dinyanyikan Yura Yunita, Viral Kembali di TikTok dan Trending YouTube!
Yura bahkan memberikan sinyal kuat bahwa dirinya siap melakoni aksi yang lebih ekstrem dibanding tahun lalu.
"Tahun ini aku siap ditantang lebih dari yang tahun kemarin," akunya.
Bukan tanpa alasan, pada PSM edisi sebelumnya, Yura sempat membuat jantung penonton berdebar lewat aksi teatrikal di udara. Dia dituntut bernyanyi sambil melayang di ketinggian puluhan meter.
"Tahun kemarin menyanyi di atas ketinggian 20 meter dan turun langsung ke atas naga. Apakah nanti akan lebih dari itu, ditunggu saja," goda Yura kepada awak media.
Lebih dari sekadar tontonan visual yang megah, Yura berharap "Pagelaran Sabang Merauke" tahun ini bisa menyampaikan pesan mendalam bagi setiap pasang mata yang menyaksikan, khususnya mengenai emansipasi dan kekuatan perempuan.
"Harapan aku teman-teman yang datang tidak hanya menikmati musiknya, tapi turut merasakan spirit Srikandi yang ada di Indonesia. Srikandi itu adalah kita semua," pungkas Yura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








