Akurat Logo

Ogah Ambil Pusing Soal Rebutan Harta Warisan Lina Jubaedah, Sule Minta Rizky Febian Fokus Berkarya

Nuzulul Karamah | 17 Mei 2026, 22:22 WIB
Ogah Ambil Pusing Soal Rebutan Harta Warisan Lina Jubaedah, Sule Minta Rizky Febian Fokus Berkarya
Sule

​AKURAT.CO, Perseteruan mengenai harta warisan almarhumah Lina Jubaedah kembali bergulir setelah Pengadilan Agama (PA) Bandung resmi menolak permohonan penetapan ahli waris yang diajukan oleh Teddy Pardiyana pada 8 Mei 2026.

Meski Teddy dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum lanjutan berupa banding atau gugatan perdata baru, pihak keluarga komedian Sule tampaknya enggan terseret dalam pusaran konflik tersebut.

Baca Juga: Sule Tantang Teddy Pardiyana Kembalikan Aset yang Hilang Sebelum Minta Warisan Lina Jubaedah

​Penyanyi muda berbakat, Rizky Febian, memilih untuk tidak ambil pusing dengan manuver hukum yang dilakukan oleh ayah sambungnya tersebut demi memperjuangkan hak waris sang adik tiri.

​Sikap santai pria yang akrab disapa Iky ini dibeberkan langsung oleh sang ayah, Sule.

Komedian papan atas itu menyebut anak-anaknya tidak pernah memprioritaskan materi di atas segalanya.

​“Iky mah cuek banget sama masalah. Dia dan adik-adiknya memang tidak ngoyo sama uang,” ungkap Sule saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, belum lama ini.

​Melihat kedewasaan sang anak, komedian berusia 49 tahun tersebut memberikan petuah bijak.

Alih-alih menghabiskan energi untuk meributkan sengketa aset peninggalan mantan istrinya, Sule menyarankan Rizky Febian untuk tetap fokus meniti karier di industri musik tanah air.

​“Saya sih kalau Iky mau mengambil haknya lewat jalur hukum ya terserah dia. Tapi untuk apa kan? Daripada buang-buang energi, mendingan berkarya saja. Bikin musik atau konser,” imbuh bapak lima anak tersebut.

Baca Juga: Viral di TikTok! Ini Lirik Lagu Alamak Rizky Febian dan Adrian Khalif, Lengkap dengan Cara Download

​Lebih lanjut, Sule mengungkapkan rasa syukur dan bangganya melihat kemandirian finansial yang kini telah dicapai oleh anak-anaknya hasil dari kerja keras mereka sendiri. Baginya, tugas terpenting sebagai orang tua adalah memberikan arahan hidup yang baik, bukan sekadar mendikte.

​“Jadi orang tua itu harus bisa membrainstorming anak tentang kehidupan. Jadi hanya sekadar ngatur,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.