Kecewa Putusan Kilat MA, Nikita Mirzani Pertanyakan Kasus ITE yang Berubah Jadi TPPU

AKURAT.CO, Meski raganya kini terkurung di balik jeruji besi, Nikita Mirzani pantang menyerah dalam menyuarakan keadilan bagi dirinya.
Selebritas berusia 40 tahun ini tengah menjalani masa hukuman atas laporan dr. Reza Gladys.
Ironisnya, hukuman janda tiga anak ini justru diperberat menjadi enam tahun penjara di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA), setelah sebelumnya dijatuhi vonis empat tahun oleh Pengadilan Negeri.
Baca Juga: Kemenkumham Buka Suara soal Nikita Mirzani Jualan via Live TikTok dari Rutan: Video Call
Melalui akun Instagram pribadinya yang kini dioperasikan oleh tim admin, Nikita membeberkan sejumlah kejanggalan dalam proses hukumnya.
Berdasarkan tangkapan layar Info Perkara MA RI bernomor 3144 K/PID.SUS/2026 yang dia bagikan, tertera dengan jelas bahwa klasifikasi perkaranya adalah Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Namun secara mengejutkan, dia justru dijerat dengan kasus pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Menanggapi ketidaksesuaian berkas dan realita tersebut, Nikita meluapkan kekesalannya melalui kolom keterangan.
"Bisa baca kan itu perkaranya informasi & transaksi elektronik (ITE) tapi jadi ke mana-mana yah pakai dikasih TPPU-nya lagi," tulis Nikita dikutip dari Instagram pribadinya, Senin (30/3/2026).
Tak hanya menyoroti pasal yang dinilainya 'melompat,' Nikita juga dibuat terheran-heran dengan proses pengambilan keputusan di tingkat kasasi yang luar biasa cepat.
Penanganan perkara yang hanya memakan waktu satu hari tersebut menjadi sasaran kritik tajamnya.
"Kirain hoax diputus cuma satu hari. Ternyata real loh, wkwkwkwk," sindir Nikita.
Lewat berbagai bukti yang dia unggah, Nikita ingin memberikan pesan menohok bahwa ranah hukum harusnya berpijak pada fakta yang nyata, bukan imajinasi belaka.
Dirinya amat yakin bahwa elemen fiktif sama sekali tidak memiliki tempat dalam sebuah berkas perkara.
"Kalau dasarnya sudah 'diada-adakan', sampai kapanpun kebenaran enggak akan pernah ketemu jalannya," imbuhnya.
Sebagai penutup, Nikita mengisyaratkan bahwa kasus yang tengah membelenggu kebebasannya ini sarat akan kepentingan sepihak yang jauh dari esensi penegakan hukum itu sendiri.
"Kadang, sebuah kasus dipaksakan hanya untuk memenuhi ambisi, bukan mencari keadilan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








