Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun: Kuasa Hukum Siapkan Strategi Patahkan Tuntutan Jaksa

AKURAT.CO Aktor Ammar Zoni kembali berada di ujung tanduk hukum. Dalam persidangan yang digelar pada 12 Maret 2026, Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi melayangkan tuntutan 9 tahun penjara serta denda senilai Rp500 juta.
Tuntutan ini merupakan buntut dari keterlibatannya dalam kasus peredaran narkoba yang terjadi di dalam lingkungan rumah tahanan.
Meski menghadapi ancaman hukuman yang masif, pihak Ammar Zoni menyatakan kesiapannya untuk melawan melalui jalur hukum.
Baca Juga: Ammar Zoni Ogah Dipindah ke Nusakambangan, Pengin Ketemu Buah Hati
Kuasa hukumnya, Jon Mathias, menegaskan bahwa tim pembela tidak merasa ciut dengan angka yang diajukan jaksa.
Keyakinan tim hukum Ammar didasari oleh riwayat persidangan sebelumnya.
Jon Mathias mengingatkan kembali momen di mana hakim memberikan vonis yang jauh lebih rendah daripada tuntutan jaksa.
Pada kasus terdahulu, Ammar sempat dituntut 12 tahun penjara, namun pada akhirnya hanya dijatuhi hukuman 3 tahun.
Selain rekam jejak putusan, tim kuasa hukum berencana memanfaatkan transisi hukum nasional sebagai celah pembelaan.
Jon menilai bahwa semangat KUHP yang baru seharusnya lebih menitikberatkan pada pemulihan terdakwa.
“Sifat hukuman ke depannya kan sistem pembinaan, pengawasan, dan kerja sosial. Jadi, kami akan mempersiapkan sebaik mungkin,” tutur Jon Mathias.
Saat ini, tim hukum sedang membedah setiap poin dakwaan untuk menyusun nota pembelaan (pleidoi) yang komprehensif.
Baca Juga: Jaksa Agung Libya Umumkan Buka Penyelidikan Pembunuhan Putra Mendiang Muammar Gaddafi
Masyarakat diminta untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum argumen pembelaan dipaparkan secara resmi.
“Tunggu pledoi kami 3 minggu ke depan. Karena kami menganalisa betul semua tuntutan tersebut,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata
- 10Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat








