Dua Tahun Bungkam, Ibunda Keisya Levronka Bongkar Tragedi Jatuhnya Sang Putra dari Lantai 6 Kampus Untar

AKURAT.CO Keluarga penyanyi jebolan Indonesian Idol, Keisya Levronka, mendadak menjadi sorotan publik.
Setelah dua tahun memendam luka, Levi Leonita Davies, ibunda Keisya, akhirnya angkat bicara mengenai insiden tragis yang menimpa putranya, Lexi Valleno Havlenda, di lingkungan Universitas Tarumanagara (Untar).
Baca Juga: Profil Keisya Levronka, Trending Twitter Setelah Podcast Bareng Marlo
Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Jumat (30/1/2026), Levi meluapkan kekecewaannya terhadap pihak kampus dan organisasi mahasiswa yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan kasus ini secara tuntas sejak insiden terjadi pada April 2023 silam.
"Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian. Mengingat sudah dua tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait," tulis Levi dengan nada kecewa dikutip Minggu (1/2/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat Lexi tengah mengikuti latihan caving (susur gua) bersama organisasi Mahasiswa Hukum Pencinta Alam (Mapala) di area kampus. Kesalahan teknis pada alat pengaman diduga menjadi penyebab utama jatuhnya korban.
"Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas," ungkap Levi.
Selain insiden jatuhnya korban, pihak keluarga menyoroti penanganan medis awal yang dianggap sangat ceroboh.
Levi memprotes keras keputusan penyelenggara yang tidak menggunakan ambulans untuk mengevakuasi korban yang baru saja jatuh dari ketinggian.
"Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online," tulisnya lagi.
Dampak dari kecelakaan tersebut sangat fatal. Lexi harus berjuang melawan berbagai cedera organ dalam dan kerusakan tulang belakang yang serius.
Dalam unggahan Story pada Sabtu (31/1/2026), Levi merinci penderitaan panjang sang putra selama masa pemulihan dua tahun terakhir.
"Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun aktivitas menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat. Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya," papar Levi.
Perjuangan mencari keadilan ini pun didukung penuh oleh sang kakak, Keisya Levronka.
Pada Sabtu siang, Keisya terpantau hadir langsung di gedung kampus Untar didampingi kekasihnya, Nyoman Paul, untuk mengawal pertemuan keluarga dengan pihak universitas.
"Team support ini ikut pertemuan hari ini," tulis Levi dalam foto yang memperlihatkan kehadiran Keisya dan Paul di ruang tunggu.
Baca Juga: Keisya Levronka Antara Penyanyi Atau Pemain Film : Aku Gak Bisa Milih
Hingga saat ini, publik masih menunggu pernyataan resmi dari pihak Universitas Tarumanagara terkait tuntutan keadilan dan pertanggungjawaban atas insiden yang menyebabkan korban mengalami cacat permanen tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








