Lele Laila Suarakan Keresahan Isu Black Campaign Jelang Duel Film Lebaran 2026

AKURAT.CO Isu dugaan black campaign yang dikaitkan dengan rumah produksi MD Pictures ikut memanaskan atmosfer persaingan film Lebaran 2026.
Polemik ini ramai diperbincangkan publik setelah promosi film-film yang akan tayang di momen puncak tersebut dinilai mulai bergeser ke arah praktik tidak sehat.
Awal mula kontroversi muncul ketika akun Instagram resmi film animasi Na Willa diserbu komentar promosi masif yang mengarah ke film Danur: The Last Chapter.
Pola komentar yang muncul serentak, berulang, dan terkesan mendominasi kolom komentar film lain itu memicu kecurigaan warganet.
Baca Juga: Film Danur 3: Sunyaruri Raih Banyak Penonton di Hari Pertama, Rizky Nazar Kaget
Tak sedikit netizen yang menilai aktivitas tersebut tidak organik dan menduga adanya penggunaan jasa buzzer untuk mendongkrak promosi Danur dengan cara menyerang ruang promosi kompetitor.
Di tengah riuh tudingan tersebut, Lele Laila, penulis Danur: The Last Chapter, akhirnya buka suara. Lewat unggahan Instagram Story pribadinya, Lele mengungkapkan kegelisahan mendalam terhadap situasi persaingan film saat ini.
"Waktu saya tahu Film Danur tayang Lebaran, saya takut, entah sejak kapan persaingan film menjadi seperti pilpres," tulis Lele Laila dikutip pada Jumat (23/1/2026).
Dia menyoroti maraknya praktik black campaign, buzzer, hingga komentar bernada kebencian yang kini seolah dianggap lumrah dalam strategi promosi industri film. Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan berdampak secara personal.
Lele Laila bahkan mengaku trauma dengan pengalaman pahit yang pernah dia alami pada persaingan Lebaran tahun sebelumnya.
"Saya takut diserang lagi, dicaci maki, bahkan disuruh mati lagi, sementara orang yang dulu mendampingi saya kini sudah tiada," ungkapnya emosional.
Melalui pernyataannya, Lele mengajak seluruh insan perfilman, sinefil, hingga akun-akun film untuk menghentikan praktik saling menjatuhkan.
Dia mengingatkan bahwa konflik promosi semacam ini bisa berkembang menjadi masalah besar jika terus dipupuk dengan kebencian.
Dia mengibaratkan situasi tersebut layaknya api kecil yang akan membesar apabila terus disiram bahan bakar berupa komentar negatif dan serangan personal.
Baca Juga: Danur 3 Diakui Prilly Latuconsina Sebagai Proyek Emosionalnya
Sebelumnya, sutradara Danur: The Last Chapter, Awi Suryadi, juga telah memberikan klarifikasi terbuka terkait isu ini pada 21 Januari 2026. Dia bahkan menghubungi langsung sutradara Na Willa, Ryan Adriandhy, melalui pesan langsung di Instagram untuk meluruskan kesalahpahaman yang beredar.
Dalam klarifikasinya, Awi menegaskan bahwa MD Pictures maupun Tim Danur tidak pernah menginstruksikan promosi dengan cara menyerang atau menyepam akun film lain.
"Bisa dipastikan dan dipertanggungjawabkan itu bukan dari kami," tulis Awi Suryadi dalam pernyataannya yang dirilis pada 21 Januari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








