Tamara Tyasmara Terpukul Baca Buku Broken Strings, Terngiang Pengalaman Kekerasan Mantan Kekasih

AKURAT.CO Aktris Tamara Tyasmara mengaku merasakan emosi yang mendalam saat membaca buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans.
Meski tidak mengalami child grooming seperti yang dialami Aurelie, Tamara mengungkapkan dirinya pernah menjadi korban kekerasan fisik dari mantan pacar, sehingga dia mampu memahami luka batin yang dituangkan dalam buku tersebut.
"Merinding aku bacanya juga. Pas baca tuh kayak ikut di dalam buku itu gitu ya kayaknya. Apalagi ngebayangin si Aurelie gitu," ungkap Tamara Tyasmara saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Baca Juga: Gelar Pengajian Kepergian Putranya, Tamara Tyasmara Belum Ikhlas
Tamara menilai pengalaman pahit yang dialami Aurelie terasa sangat berat, namun dia mengapresiasi ketegaran sang aktris dalam menghadapi masa lalu kelamnya.
"Berat banget tapi hebat banget dia bisa survive dari itu semua," sambungnya.
Buku tersebut rupanya juga membangkitkan kembali ingatan Tamara akan hubungan toxic yang pernah dia jalani.
Dia menilai pola kekerasan yang dialaminya memiliki kemiripan dengan apa yang dituliskan Aurelie dalam buku memoarnya.
"Yang kayak gitulah, bentuk-bentuknya agak-agak mirip ya. Kayaknya kalau cowok-cowok yang apa, NPD (Narcissistic Personality Disorder) ya? Itu kayaknya sejenis, mirip-mirip gitu. Cuma beda karakter dikit-dikit aja," ungkapnya.
Namun demikian, Tamara mengakui bahwa penderitaan Aurelie jauh lebih berat, terlebih karena kejadian tersebut dialami saat Aurelie masih di bawah umur dan melibatkan eksploitasi seksual.
"Aduh yang timun itu loh... Itu enggak banget sih. Iya timun, terus dia semuanya menjijikkan sih menurut aku," ucap Tamara.
Dia pun menambahkan reaksi kerasnya saat membaca bagian-bagian buku yang menurutnya sangat tidak manusiawi.
"Iya, enggak banget, diludahin itu kayak duh enggak banget," tambah dia.
Baca Juga: Tamara Tyasmara Ngaku Uangnya Habis Selama Pacaran dengan Yudha Arfandi
Lebih jauh, Tamara berharap kisah Aurelie bisa menjadi pengingat serius bagi para orang tua agar lebih waspada dalam melindungi anak-anak mereka, khususnya di tengah maraknya media sosial.
"Kayaknya sekarang banyak banget, aku lihat teman-teman yang udah berumur, eh pacarnya masih kecil. Itu kan banyak banget ya, ya semoga aja jadi pelajaran sih. Kasus ini tuh buat pelajaran untuk semuanya. Dan untuk orang tua, itu kalau misalkan lihat anaknya punya pacar yang lebih tua atau gimana, ya dikasih tahulah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









