Ini Alasan Opie Kumis Terjun Ke Dunia Politik

AKURAT.CO, Pelawak Opie Kumis mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Jakarta daerah pemilihan (dapil) 6 DKI Jakarta untuk pemilihan legislatif (pileg) 2024.
Opie pun membeberkan alasannya memilih untuk terjun ke dunia politik.
“Oh, alasannya gini, sebetulnya ada hasrat yang ada di dalam hati barangkali Insya Allah, kalau Allah menentukan gua jadi di situ, barang kali mau ada suara yang gua sampein bisa sampe gitu, maksudnya bisa denger,” ujar Opie Kumis kepada awak media di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini.
Opie juga menceritakan, salah satu alasan utamanya terjun ke dunia politik lantaran dirinya ingin penghasilan di dunia politiknya itu digunakan untuk mendanai pesantren yang dirintis olehnya. Selain itu, ia juga berniat untuk memberikan sebagiannya kepada anak yatim.
Baca Juga: Caleg Artis dan Tokoh Kondang Ini Diprediksi Gagal ke Senayan
“Kalau misalnya gua gak duduk di situ kan mungkin ada yang mau kita sampein kan repot, gak pernah tahu jalurnya kemana ini jalannya,” paparnya.
“Dan juga memang saat ini kan, gua tuh punya pesantren di daerah Cimande, Caringin, namanya Nur Hidayat Cimande Barokah. Itu gua punya anak yatim ada 150 orang,” tambahnya.
Opie pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Raffi Ahmad yang banyak membantunya dalam pembuatan pesantren.
“Saat ini kan, kalau kita minta sama temen-temen yang punya duit banyak, tentu saja yang banyak bantu itu bapak Raffi Ahmad, terima kasih pak Raffi sudah membantu saya, jadi kayaknya mudah-mudahan kalau terpilih di sini paling gak kan gua punya gaji nih,” ucapnya.
Baca Juga: Nippon Paint Gandeng Raffi Ahmad Beri Apresiasi untuk Tukang Cat Terbaik
“Kalau gue punya gaji kan gue nggak harus lagi minta ke orang. Dengan gaji gua kan bisa membesarkan pesantren gua, bisa ngasih makan anak yatim yang 150 orang. Ya tujuannya yang ringan aja kayak gitu,” pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








