Akurat Logo

Komodo Water, Perusahaan Asal Indonesia, Raih Penghargaan Bergengsi UNIDO-WTCA Blue Economy

Yosi Winosa | 20 Oktober 2026, 23:17 WIB
Komodo Water, Perusahaan Asal Indonesia, Raih Penghargaan Bergengsi UNIDO-WTCA Blue Economy
Penghargaan ini membuka peluang bagi Komodo Water untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut melalui dukungan teknis dan akses ke jaringan bisnis internasional.

AKURAT.CO Komodo Water, sebuah perusahaan sosial asal Indonesia yang memanfaatkan energi surya untuk memproduksi air minum dan es balok, baru-baru ini meraih penghargaan dalam ajang UNIDO-WTCA Blue Economy Global Call 2026 untuk kategori “Blue Renewable Energy” atau Energi Biru Terbarukan.

Penghargaan ini membuka peluang bagi Komodo Water untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut melalui dukungan teknis dan akses ke jaringan bisnis internasional.

Inisiatif ini diselenggarakan oleh UNIDO ITPO Italy, Kantor Promosi Investasi dan Teknologi Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) di Italia, bekerja sama dengan World Trade Centers Association (WTCA).

Baca Juga: Kompetitif, Produk Kosmetika Pillar Cosmetiklon Diharapkan Dongkrak Blue Economy

Melalui platform pengembangan bisnis WTCA, para pemenang dapat mengakses berbagai program bisnis dan menjangkau pasar baru melalui jaringan global.

Komodo Water menjadi salah satu dari enam pemenang yang terpilih dari program yang menerima 300 pendaftaran dari 85 negara.

Penghargaan tersebut diserahkan pada 30 September 2026 dalam acara penganugerahan dan pameran solusi inovatif yang diselenggarakan sebagai bagian dari Euro-Mediterranean Water Forum di Roma, Italia.

Pendekatan Komodo Water menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur, termasuk keterbatasan akses terhadap air bersih dan es untuk menjaga hasil tangkapan ikan tetap segar.

Bagi para nelayan, ketersediaan es yang dapat diandalkan sangat penting untuk mempertahankan kesegaran ikan sebelum dipasarkan.

Di Bari, Kabupaten Manggarai Barat, Komodo Water mengoperasikan fasilitas yang dilengkapi 58 panel surya untuk mendukung pengolahan air laut dan air payau menjadi air minum, sekaligus memproduksi es balok.

Peralatan pembuatan es yang digunakan memiliki kapasitas produksi satu ton setiap 24 jam. Produksi secara lokal membantu mengurangi biaya transportasi dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar desa.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.