Akurat Logo

Investasi Rp710 Miliar di KEK Kendal, PT HSG Bidik Pasar Ekspor

Esha Tri Wahyuni | 11 Oktober 2026, 12:51 WIB
Investasi Rp710 Miliar di KEK Kendal, PT HSG Bidik Pasar Ekspor
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

AKURAT.CO PT HSG Material Indonesia meresmikan fasilitas produksi material konstruksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, dengan nilai investasi Rp710 miliar.

Investasi tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 400 tenaga kerja dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, masuknya investasi baru di KEK Kendal diharapkan memperkuat ekosistem industri di Jawa Tengah. Pengembangan kawasan industri, menurut dia, perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan pasar.

Baca Juga: Investasi Rp1,12 Triliun Masuk KEK Kendal, Siap Serap 1.000 Tenaga Kerja

“Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Fasilitas produksi tersebut akan menghasilkan sejumlah material konstruksi, antara lain tiang pancang pipa pracetak, tiang pancang persegi pracetak, dan beton pracetak.

Berdasarkan perencanaan awal perusahaan, kapasitas penjualan tahunannya ditargetkan mencapai 3 juta meter tiang pancang beton pracetak dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai.

Kapasitas produksi tersebut berpotensi mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri, dan berbagai proyek konstruksi di Indonesia. Selain pasar domestik, perusahaan juga diharapkan dapat memanfaatkan peluang ekspor untuk memperluas jangkauan produknya ke pasar regional.

Pemerintah melihat pengembangan industri manufaktur di KEK Kendal sebagai salah satu upaya untuk mengubah komitmen investasi menjadi aktivitas ekonomi produktif.

Namun, dampak investasi terhadap perekonomian juga akan bergantung pada realisasi operasional pabrik, penyerapan tenaga kerja, serta kemampuan perusahaan memperluas pasar.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan, pemerintah terus berupaya menjaga iklim investasi agar penanaman modal dapat memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.