Hashim Sebut Indonesia Capai Swasembada Beras Tiga Tahun Lebih Cepat

AKURAT.CO Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada beras tiga tahun lebih cepat dari target yang sebelumnya ditetapkan pemerintah.
Hashim mengatakan, pemerintah sebelumnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada beras pada 2029. Namun, berdasarkan kondisi stok beras pemerintah saat ini, target tersebut disebut telah tercapai lebih awal.
“Saya sudah cukup lama menantikan saat untuk menyampaikan pengumuman ini, yang juga dinanti-nantikan oleh banyak sahabat saya di berbagai ibu kota negara lain. Pengumumannya adalah sebagai berikut, berkat keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada panga, khususnya swasembada beras,” kata Hashim dalam agenda Indonesia International Sustanaibility Forum (ISF) 2026, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga: Swasembada Beras Tercapai, Pemerintah Masih Kejar 3 Komoditas
Hashim menambahkan, capaian tersebut tercermin dari tingginya stok beras pemerintah yang saat ini mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah tersebut bahkan masih terus mengalami peningkatan. “Gudang-gudang kita kini penuh sesak dengan beras. Hari ini saya mendapat laporan bahwa stok beras pemerintah mencapai sekitar 5,3 juta ton dan jumlahnya terus meningkat pesat,” tambahnya.
Hashim menuturkan, tingginya stok beras membuat kapasitas gudang milik pemerintah tidak lagi mencukupi. Pemerintah pun disebut harus menyewa gudang milik pihak swasta untuk menampung persediaan beras. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting ketahanan pangan Indonesia.
Selain beras, pemerintah juga tengah mengejar swasembada sejumlah komoditas pangan lainnya. Hashim menyebut Indonesia diperkirakan dapat mencapai swasembada kedelai dalam sekitar tiga tahun ke depan.
“Ini merupakan salah satu pencapaian kita. Oleh karena itu, ketika ada yang menyebut "Indonesia Gelap", saya tegaskan: tidak, Indonesia justru terang benderang. Kita telah melampaui target tiga tahun lebih cepat dari jadwal,” tutur Hashim.
Lebih lanjut, Hashim menilai penguatan swasembada pangan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan Indonesia menghadapi berbagai risiko global. Menurutnya, ketersediaan kebutuhan pokok akan membantu Indonesia menghadapi gangguan yang mungkin terjadi di luar negeri.
Ia juga menyinggung pengalaman pandemi Covid-19 sebagai pelajaran bagi pemerintah untuk mempersiapkan ketahanan pangan dalam jangka panjang. Presiden Prabowo Subianto, kata Hashim, telah mengingatkan pentingnya mempersiapkan Indonesia menghadapi kemungkinan pandemi di masa mendatang.
“Presiden Prabowo secara pribadi telah menyampaikan kepada saya bahwa kita harus bersiap menghadapi pandemi COVID berikutnya. Entah itu terjadi 10 tahun, 10 bulan, atau bahkan 100 tahun lagi, Indonesia harus siap,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH








