Akurat Logo

GMNI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Mesin Ekonomi Rakyat

Saeful Anwar | 4 Oktober 2026, 22:18 WIB
GMNI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Mesin Ekonomi Rakyat
Ketua DPP GMNI Bidang Ekonomi, Riyanto Pratama.

AKURAT.CO Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menilai, program Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun demokrasi ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Ketua DPP GMNI Bidang Ekonomi Riyanto Pratama, mengatakan, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan dan kekuatan modal.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan produksi dan pengelolaan usaha perlu diperkuat melalui sistem ekonomi berbasis gotong royong.

"Era Demokrasi Ekonomi telah dimulai, sebuah era di mana kebijakan ekonomi disandarkan pada kekuatan rakyat yang berdaulat atas kepentingan ekonominya demi mencapai kesejahteraan umum melalui koperasi sebagai instrumennya," kata Riyanto dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Riyanto menilai gagasan tersebut sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Dia membandingkan pendekatan tersebut dengan sistem kapitalisme yang menurutnya lebih menekankan persaingan individual dan kekuatan modal.

Sementara demokrasi ekonomi, kata dia, mengedepankan kerja sama dan pemerataan manfaat ekonomi.

"Demokrasi ekonomi menghendaki kebersamaan dan kerja sama dalam mencapai kesejahteraan bersama," ujarnya.

Karena itu, Riyanto menilai penguatan koperasi perlu dimulai dari masyarakat, termasuk melalui pendidikan.

Menurut dia, generasi muda perlu diperkenalkan dengan nilai-nilai koperasi dan gotong royong sejak dini.

Ia menyebut pendidikan sebagai bagian dari proses membangun kekuatan rakyat atau machtvorming.

Pengetahuan mengenai koperasi, kata Riyanto, tidak cukup berhenti di lingkungan sekolah, tetapi perlu diterapkan dalam praktik kegiatan ekonomi masyarakat.

"Langkah-langkahnya diawali dengan pengumpulan kekuatan rakyat atau machtvorming. Dalam konteks berekonomi, machtvorming yang paling utama harus dilaksanakan melalui jalur pendidikan atau sekolah," katanya.

Baca Juga: Nasib Bupati Gowa

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.