Akurat Logo

Ekspor Furnitur RI Turun 12,1 Persen, Pemerintah Dorong Penguatan Brand

Esha Tri Wahyuni | 30 September 2026, 22:56 WIB
Ekspor Furnitur RI Turun 12,1 Persen, Pemerintah Dorong Penguatan Brand
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Industri furnitur Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan nilai tambah di tengah persaingan pasar global.

Pemerintah menilai keunggulan bahan baku saja tidak cukup untuk membuat produk furnitur Indonesia memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi mengatakan, pelaku industri furnitur Indonesia perlu mulai memperkuat merek dan desain agar produk yang dijual tidak hanya mengandalkan keunggulan material.

Baca Juga: Tokopedia dan TikTok Shop Jadi Platform Digital Pertama yang Tampilkan Produk Lokal Kurasi Kemendag Lewat #BeliLokal

Menurutnya, pengembangan merek dapat meningkatkan nilai produk karena konsumen tidak hanya membeli barang, tetapi juga mempertimbangkan identitas dan reputasi merek.

“Kalau misalnya kita sudah bisa menjual desain, nah itu tadi, value-nya bisa lebih besar,” kata Fajarini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Fajarini mencontohkan industri furnitur di Eropa yang telah memiliki merek kuat. Kekuatan tersebut membuat produk asal kawasan tersebut dapat menawarkan nilai tambah yang lebih tinggi melalui brand awareness di mata konsumen.

“Karena mereka sudah punya brand sendiri. Jadi yang mereka jual kan nilai tambah, brand awareness. Jadi sudah saatnya kalau kita berani, kita juga sudah bisa buat brand,” ujarnya.

Baca Juga: Kemendag Bidik Investasi Baru Lewat Perluasan Pasar Ekspor

Dorongan untuk memperkuat merek tersebut menjadi relevan karena kinerja ekspor furnitur Indonesia masih menghadapi tekanan.

Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor furnitur Indonesia dengan kode HS 9401–9403 sepanjang 2025 mencapai USD1,84 miliar atau sekitar Rp32,89 triliun.

Namun, memasuki 2026, kinerja ekspor belum menunjukkan penguatan. Pada kuartal I 2026, nilai ekspor furnitur tercatat USD458,56 juta atau sekitar Rp8,20 triliun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.