Ekspor Furnitur RI Turun 12,1 Persen, Pemerintah Dorong Penguatan Brand

AKURAT.CO Industri furnitur Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan nilai tambah di tengah persaingan pasar global.
Pemerintah menilai keunggulan bahan baku saja tidak cukup untuk membuat produk furnitur Indonesia memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar internasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi mengatakan, pelaku industri furnitur Indonesia perlu mulai memperkuat merek dan desain agar produk yang dijual tidak hanya mengandalkan keunggulan material.
Menurutnya, pengembangan merek dapat meningkatkan nilai produk karena konsumen tidak hanya membeli barang, tetapi juga mempertimbangkan identitas dan reputasi merek.
“Kalau misalnya kita sudah bisa menjual desain, nah itu tadi, value-nya bisa lebih besar,” kata Fajarini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Fajarini mencontohkan industri furnitur di Eropa yang telah memiliki merek kuat. Kekuatan tersebut membuat produk asal kawasan tersebut dapat menawarkan nilai tambah yang lebih tinggi melalui brand awareness di mata konsumen.
“Karena mereka sudah punya brand sendiri. Jadi yang mereka jual kan nilai tambah, brand awareness. Jadi sudah saatnya kalau kita berani, kita juga sudah bisa buat brand,” ujarnya.
Baca Juga: Kemendag Bidik Investasi Baru Lewat Perluasan Pasar Ekspor
Dorongan untuk memperkuat merek tersebut menjadi relevan karena kinerja ekspor furnitur Indonesia masih menghadapi tekanan.
Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor furnitur Indonesia dengan kode HS 9401–9403 sepanjang 2025 mencapai USD1,84 miliar atau sekitar Rp32,89 triliun.
Namun, memasuki 2026, kinerja ekspor belum menunjukkan penguatan. Pada kuartal I 2026, nilai ekspor furnitur tercatat USD458,56 juta atau sekitar Rp8,20 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN




