Akurat Logo

Era AI, Dr. Sabar L. Tobing: Lulusan Pajak Tak Cukup Hanya Kuasai Teori

Yosi Winosa | 30 September 2026, 12:23 WIB
Era AI, Dr. Sabar L. Tobing: Lulusan Pajak Tak Cukup Hanya Kuasai Teori
Founder & CEO Hive Five Dr. Sabar L. Tobing, SE., MM., Ak., CA., CTL., CTAP., BKP.

AKURAT.CO Perkembangan artificial intelligence (AI) dan transformasi digital dinilai akan mengubah cara kerja profesi perpajakan sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memiliki kemampuan membaca data dan menguasai teknologi.

Founder & CEO Hive Five Dr. Sabar L. Tobing, SE., MM., Ak., CA., CTL., CTAP., BKP. mengatakan perubahan tersebut perlu diantisipasi mahasiswa sejak masih berada di perguruan tinggi dengan membangun kompetensi dan menentukan arah karier secara lebih terencana.

Hal tersebut disampaikan Sabar dalam Kuliah Umum Universitas HKBP Nommensen Medan bertajuk “The Future of Taxation: AI, Digital Transformation & The Future of Tax Professionals”, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 500 mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan.

Baca Juga: CIMB Niaga Umumkan 7 Penerima Tunjangan Beasiswa Jurnalis dan 4 Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship 2026

“Dunia terus berubah dengan cepat seiring perkembangan teknologi digital. Generasi muda harus terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi,” kata Sabar.

Menurut dia, perubahan dunia kerja membuat lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan latar belakang akademik. Kompetensi yang unggul menjadi faktor penting untuk membangun daya saing dan meningkatkan nilai profesional seseorang.

“Untuk mendapatkan nilai tinggi di dunia kerja, mahasiswa perlu membangun kompetensi yang unggul dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Sabar juga mendorong mahasiswa untuk memiliki keahlian yang semakin spesifik. Menurut dia, penguasaan suatu bidang secara mendalam dapat menjadi pembeda ketika memasuki dunia profesional.

“Mahasiswa perlu mengembangkan keterampilan yang spesifik dan mendalam agar memiliki keahlian yang kuat di bidang profesional tertentu,” jelasnya.

AI masuk sistem perpajakan

Dalam pemaparannya, Sabar turut menyoroti penggunaan AI dalam sistem perpajakan.

Menurut dia, teknologi AI dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mendeteksi ketidakwajaran di tengah penerapan Self Assessment System, yakni sistem yang memberikan tanggung jawab kepada wajib pajak untuk menghitung dan melaporkan kewajiban perpajakannya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.