Kapasitas Listrik RI Diproyeksi 443 GW pada 2060, Ini Strateginya

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan kolaborasi dengan mitra industri dan penyedia teknologi untuk mendukung sistem ketenagalistrikan yang andal, efisien, fleksibel, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan bahwa mitra industri dan penyedia teknologi berperan pentin dalam penyediaan kelistrikan yang andal.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Mitsubishi Power atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan ketenagalistrikan di Indonesia. Peran mitra industri dan penyedia teknologi sangat penting dalam mendukung penyediaan tenaga listrik yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Tri dikutip dari laman Ditjen Ketenagalistrikan, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Kuota LPG 3 Kg 2027 Dipangkas Jadi 8 Juta Ton, Ini Kata Kementerian ESDM
Tri menjelaskan, kebutuhan listrik Indonesia diperkirakan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan industri, elektrifikasi, serta meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan. Kondisi tersebut menuntut sistem ketenagalistrikan yang semakin fleksibel, efisien, andal, dan adaptif.
Dalam jangka panjang, total kapasitas pembangkit listrik terpasang Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 443 gigawatt (GW) pada 2060. Proyeksi tersebut didukung oleh peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, penyimpanan energi, serta teknologi rendah emisi.
Pengembangan kapasitas pembangkit tersebut akan didukung melalui percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Baca Juga: Kementerian ESDM Bantah Harga Pertalite Naik per 26 Sepetember 2026
Selain itu, pemanfaatan Battery Energy Storage System (BESS), pumped storage, Carbon Capture and Storage (CCS), serta teknologi energi baru lainnya juga menjadi bagian dari pengembangan sistem ketenagalistrikan ke depan.
Tri menambahkan, pembangkit listrik berbasis gas akan tetap memainkan peran penting dalam menjaga fleksibilitas sistem ketenagalistrikan, sejalan dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








