OJK Siapkan Akses Pembiayaan Rp456,5 Miliar untuk Peternak Telur Jabar

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong perluasan akses pembiayaan bagi peternak ayam petelur melalui Program EGG (Endog Jabar Go Global).
Program tersebut menyasar 4.565 pelaku usaha dan diproyeksikan membuka akses pembiayaan perbankan sekitar Rp456,5 miliar. Program EGG merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang dikembangkan OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Program ini menggunakan pendekatan ekosistem kemitraan terpadu atau closed loop yang menghubungkan peternak dari sisi produksi hingga akses pasar.
Baca Juga: RI Surplus Perdagangan Furnitur, 60 Persen Masih Bergantung pada Pasar AS
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, pengembangan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pemerintah, industri jasa keuangan, dunia usaha, dan masyarakat.
“Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri jasa keuangan, dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui kolaborasi yang kuat, potensi komoditas unggulan Jawa Barat dapat terus dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).
Program EGG melibatkan pelaku usaha ternak ayam petelur, baik perorangan maupun perseroan, terutama yang berada di 21 sentra peternakan ayam petelur di Jawa Barat. Dengan jumlah sasaran 4.565 pelaku usaha dan proyeksi pembiayaan sekitar Rp456,5 miliar, rata-rata nilai pembiayaan yang diproyeksikan setara sekitar Rp100 juta per pelaku usaha.
Namun, angka tersebut merupakan perhitungan rata-rata dari total proyeksi pembiayaan, bukan batas pembiayaan yang ditetapkan untuk setiap peternak.
OJK menilai penyaluran pembiayaan kepada peternak tidak cukup hanya dengan menyediakan akses kredit. Pembiayaan perlu diikuti dengan pendampingan usaha, literasi keuangan, akses pasar, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi, dan manajemen risiko.
“Pembiayaan perlu disertai pendampingan, literasi keuangan, akses pasar, penguatan kelembagaan usaha, pemanfaatan teknologi, dan manajemen risiko agar dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat usaha peternak,” kata Dian.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui model closed loop dalam Program EGG. Model ini dirancang untuk menghubungkan peternak dengan pembiayaan, produksi dengan pasar, serta pelaku usaha dengan offtaker.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









