MIND ID Duduki Peringkat 6 Fortune Indonesia 100, Catat Laba Rp29,89 Triliun

AKURAT.CO Masuknya Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID ke dalam jajaran perusahaan terbesar keenam di Indonesia dalam pemeringkatan Fortune Indonesia 100 tahun 2026 menjadi cerminan kapasitas perusahaan dalam menjalankan mandat strategis negara di sektor mineral dan batu bara.
Pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan MIND ID membangun skala usaha yang kuat hingga mampu memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional dan penerminaan negara melalui hilirisasi, industrialisasi mineral, serta pengelolaan sumber daya alam mineral.
Sepanjang 2025, MIND ID membukukan total aset sebesar Rp307,66 triliun, pendapatan sebesar Rp159,46 triliun, dan laba tahun berjalan sebesar Rp29,89 triliun.
Baca Juga: MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
MIND ID juga mencatat Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun dan Distributed Economic Value sebesar Rp180,30 triliun, yang didistribusikan kepada negara, pekerja, mitra usaha, dan masyarakat. Kontribusi langsung kepada negara tercermin dari dividen, pajak, dan berbagai kewajiban lainnya yang mencapai Rp32,82 triliun.
Direktur Keuangan MIND ID, Wahyu Suparyono, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan MIND ID dalam menjalankan mandat sebagai pengelola sumber daya mineral nasional sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi Indonesia.
Peran tersebut sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Pencapaian ini merupakan bukti kehadiran MIND ID bersama seluruh Anggota Grup MIND ID dalam mengelola sumber daya mineral secara optimal, sekaligus memastikan kontribusi yang bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Baca Juga: MIND ID Ungkap 3 Masalah Tata Kelola Emas Rakyat di Indonesia
Sebagai perpanjangan tangan Negara di industri pertambangan, MIND ID mengelola berbagai komoditas strategis nasional mulai dari batu bara, nikel, bauksit, aluminium, tembaga, emas, hingga timah. Pengelolaan tersebut terus diperkuat melalui pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Berbagai proyek strategis saat ini terus dikembangkan, mulai dari ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi, pemurnian dan pengolahan emas logam mulia, hingga pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai tambah domestik, memperluas basis industri nasional, dan meningkatkan kontribusi ekonomi yang dihasilkan dari sumber daya mineral Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








