Ekosistem Motor Listrik Mampu Tekan Subsidi BBM Hingga Rp82,2 Triliun

AKURAT.CO Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai berpotensi memperkuat ketahanan energi Indonesia dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Atong Soekirman mengatakan, nilai ekonomi ekosistem Molinas secara keseluruhan diproyeksikan mencapai sekitar Rp150 triliun dan mampu menciptakan sekitar 215.000 lapangan pekerjaan.
“Namun saya akan tambahkan bahwa nilai ekonomi ekosistem Molinas end-to-end dipikirkan di angka Rp150triliun. Pencipta lapangan pekerjaan juga ada kurang lebih di 215 ribu,” kata Atong dalam agenda BIG Industrial Insight, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Motor Listrik Nasional Bisa Jadi Langkah Strategis Perkuat Industri Indonesia
Selain menciptakan aktivitas ekonomi baru, Atong menyebut elektrifikasi motor juga dapat memberikan dampak terhadap pengurangan subsidi BBM dan neraca perdagangan.
Dengan asumsi terdapat 1 juta unit motor listrik yang beroperasi pada 2037, potensi penghematan dari pembatasan subsidi BBM diperkirakan mencapai Rp82,2 triliun.
“Pembatasan subsidi BBM. Asumsi satu juta unit operasi di 2037 Rp82,2 triliun. Dan penguatan neraca dagang dari subsitusi impor Rp45 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, Managing Director Industrialisasi BPI Danantara, Ardy Muawin mengatakan, pengembangan motor listrik merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi.
Ardy menyebut, peralihan kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) ke kendaraan listrik berpotensi menghasilkan penghematan hingga puluhan triliun rupiah.
“Ujungnya atas arahan presiden, perintah presiden, yang pertama itu ketahanan energi. Jadi independensi atas impor BBM kita bisa kurangin. Ada potensial penghematan puluhan triliun, apabila kita bisa shift menjadi EV,” tutur Ardy.
Baca Juga: Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Capai 2 Juta Unit
Menurut Ardy, potensi penghematan tersebut dapat menjadi ruang bagi pemerintah untuk mengalihkan sebagian anggaran subsidi BBM guna mendukung pengembangan kendaraan listrik pada tahap awal.
“Dan uang subsidi ini kita bisa alihkan, untuk di awal, mensubsidi EV, agar supaya supply terjadi, ada intervensi pemerintah,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







