MIND ID Bidik Investasi dan Transfer Teknologi Mineral dari Kazakhstan

AKURAT.CO Presiden Direktur MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, didampingi oleh Duta Besar RI untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Fadjroel Rachman melakukan kunjungan resmi ke Astana untuk menjajaki kerja sama strategis dengan Tau-Ken Sovereign Wealth Fund Samruk-Kazyna, dan raksasa industri mineral Eurasian Resources Group (ERG).
Kunjungan ini bertujuan untuk membuka peluang investasi silang dan transfer teknologi, khususnya dalam mendukung ambisi hilirisasi Indonesia dan investasi.
Dalam pertemuan dengan ERG, kedua belah pihak menyepakati eksplorasi kerja sama di tujuh bidang utama: eksplorasi, pengolahan mineral, strategi hilirisasi bauxite-to-aluminium, riset dan pengembangan (R&D), pertukaran teknologi, pemasaran, serta berbagi pengetahuan (knowledge sharing), yang didahului dengan NDA (Non Disclosure Agreement).
Baca Juga: MIND ID Ungkap Kabar Terbaru Progress Proyek DME
Maroef menyatakan bahwa Kazakhstan memiliki karakteristik industri yang serupa dengan Indonesia, menjadikannya mitra ideal dalam pengembangan komoditas strategis.
“Bersama ERG dan Samruk-Kazyna, kami melihat peluang besar dalam pengembangan rantai nilai bauxite-to-aluminium serta pengolahan mineral kritis lainnya. Sinergi ini tidak hanya tentang bisnis, tetapi tentang mengamankan teknologi dan akses pasar yang akan memperkuat hilirisasi dan investasi di tanah air," kata Maroef dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Senada dengan hal tersebut, Fadjroel Rachman menegaskan pentingnya dukungan diplomasi dalam kerja sama antar-BUMN ini. Menurutnya, hubungan bilateral Indonesia-Kazakhstan kini memasuki fase implementasi yang lebih teknis dan berorientasi pada hasil ekonomi yang nyata.
Setelah penandatangan Free Trade Agreement Indonesia - Eurasian Economic Union 21 Desember 2025 di St. Petersburg Rusia dan Sidang Komisi Bersama Indonesia-Kazakhstan di Astana yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartanto dengan Menteri Perekonomian Kazakhstan Serik Zumangarin, dengan arahan dari Perdana Menteri Kazakhstan Olzhas Bektenov, Presiden Kassym Jomart Tokayev dan Presiden Prabowo Subianto.
“Kehadiran langsung manajemen puncak MIND ID di sini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan, baik dengan Samruk-Kazyna sebagai pengelola aset negara maupun dengan ERG sebagai pemimpin pasar mineral dunia," ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, MIND ID berharap dapat mempercepat implementasi teknologi ramah lingkungan dan efisiensi operasional di unit-unit usahanya di Indonesia, sekaligus memastikan pasokan bahan baku strategis tetap terjaga demi keberlangsungan industri manufaktur nasional.
“Setelah FTA Indonesia - EAEU yang berpotensi target perdagangan baru USD10 miliar, sementara Kazakhstan-Indonesia tersendiri USD2 miliar. Lalu Sidang Komisi Bersama pimpinan Menko Airlangga Hartanto, Insya Allah berikutnya kunjungan kenegaraan Presiden Kazakhstan ke Indonesia,” tutur Fadjroel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









