Produksi Baja RI Naik 14 Persen, Kemenperin Soroti Tantangan Impor

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam upaya memperkuat industri baja nasional sebagai salah satu sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Diketahui hal tersebut disampaikan pada acara pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, IISIA merupakan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan penguatan struktur industri nasional, khususnya dalam membangun industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kemenperin Dorong Industri Truk, Logistik Nasional Tumbuh 8,78 Persen
“Pemerintah memandang IISIA sebagai mitra penting dalam bersinergi untuk memperkuat industri baja nasional. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan global sekaligus mengoptimalkan peluang strategis ke depan,” kata Agus dikutip dari laman Kemenperin, Minggu (12/4/2026).
Menperin mengemukakan, subsektor industri logam dasar, termasuk baja, menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dengan pertumbuhan mencapai 15,71 persen pada tahun 2025. Capaian tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan dari sektor infrastruktur, manufaktur, dan industri hilir bernilai tambah.
Agus juga mengungkapkan, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-13 produsen baja dunia dengan produksi mencapai sekitar 19 juta ton pada tahun 2025. Dalam enam tahun terakhir, produksi baja nasional tumbuh konsisten dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 14 persen per tahun.
“Tren peningkatan produksi nasional ini menunjukkan fondasi industri yang semakin kuat, sekaligus membuka ruang yang besar untuk peningkatan kapasitas dan pendalaman industri baja nasional ke depan,” ujarnya.
Namun demikian, Menperin menyoroti masih adanya tantangan struktural, seperti rendahnya utilisasi industri baja yang berada di kisaran 52,7 persen, serta defisit pada produk antara dan hilir akibat tingginya impor bahan baku.
Baca Juga: Menuju NZE 2060, Kemenperin Perketat Verifikasi Emisi Industri
Selain itu, tekanan global berupa kelebihan kapasitas baja dunia dan potensi praktik dumping juga menjadi perhatian serius pemerintah.
“Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi penguatan industri baja nasional, antara lain melalui perlindungan pasar, penerapan SNI wajib, kebijakan energi melalui HGBT, penguatan hilirisasi, peningkatan efektivitas kebijakan P3DN, serta pemberian insentif fiskal untuk meningkatkan investasi,” tutur Agus.
Pada kesempatan yang sama, Chairman IISIA Muhamad Akbar menyampaikan komitmen pengurus baru untuk memperkuat peran IISIA sebagai wadah kolaborasi industri baja nasional.
“Kami ingin IISIA menjadi rumah yang solid bagi seluruh pelaku industri baja, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan industri nasional. Industri baja bukan hanya sektor ekonomi, tetapi fondasi pembangunan bangsa,” ucapnya.
Akbar menambahkan, kepengurusan IISIA periode 2026–2030 akan mengusung visi pengembangan ekosistem industri baja yang “Blue-Green”, yaitu berbasis inovasi sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, IISIA juga berkomitmen untuk memperkuat solidaritas antaranggota dan meningkatkan daya saing industri baja Indonesia di tingkat global.
“Kami percaya, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri, industri baja nasional tidak hanya mampu berjaya di dalam negeri, tetapi juga disegani di pasar internasional,” pungkas Akbar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









