Proyek Pipa Gas Dusem Ditarget Rampung 2027 Mendatang

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) dapat diselesaikan pada 2027.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman menyampaikan bahwa proyek tersebut diharapkan sudah memasuki tahap uji coba pengaliran gas pada 2028.
“2027 harus selesai, karena 2028 sudah harus ada uji coba pengaliran,” kata Laode di Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).
Sebagai tahapan awal konstruksi, proyek Dusem akan segera memasuki fase first welding atau pengelasan pertama yang menandai dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.
Prosesi ini juga direncanakan akan melibatkan Menteri ESDM sebagai bagian dari kickoff pembangunan proyek.
“Setelah pengelasan pertama baru proses pembangunan. Kita juga strateginya sama dibagi beberapa ruas, ini kan lebih luas lagi 541 km dan harus cepat,” ucap Laode.
Adapun, Proyek jaringan pipa transmisi gas Dusem sepanjang total kurang lebih 541,8 km dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen 1, yaitu SKG Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 km, dengan kontraktor pelaksana KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya, memiliki nilai kontrak Rp3,6 Triliun.
Sementara Segmen 2 Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas Duri sepanjang 262 km dengan kontraktor pelaksana KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia memiliki nilai kontrak Rp2,8 Triliun.
Berdasarkan data laporan proyek, hingga minggu ke-8, pelaksanaan pekerjaan menunjukkan capaian yang positif dan berada di atas target yang ditetapkan.
Baca Juga: Pasokan Aman, Wamen ESDM Pastikan Tak Ada Pembatasan BBM
Realisasi pada Engineering-Procurement-Construction (EPC) Segmen 1 telah mencapai 12,447% dari target sebesar 7,638%, sementara EPC Segmen 2 mencapai 12,061% dari rencana awal sebesar 10,295%.
Pipa yang digunakan dalam proyek ini juga merupakan pipa produksi dalam negeri dengan target komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) EPC sebesar 60,9% untuk Segmen 1 dan 62,49% untuk Segmen 2.
Percepatan progres fisik ini didukung oleh kelancaran distribusi material, di mana pengiriman pipa Batch 1 untuk Segmen 1 telah dimulai sejak 14 Februari 2026.
Dengan total sebanyak 1.900 batang melalui jalur laut menggunakan tongkang atau barge, yang akan segera disusul oleh pengiriman Batch 1 Segmen 2 dengan total sebanyak 130 batang per hari melalui jalur darat menggunakan armada trailer lowbed pada 23 Februari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







