Akurat

Mentan Amran: Pasokan Pangan Membaik, Harga Cabai dan Ayam Mulai Landai

Esha Tri Wahyuni | 2 Maret 2026, 13:40 WIB
Mentan Amran: Pasokan Pangan Membaik, Harga Cabai dan Ayam Mulai Landai
Ilustrasi pedagang cabai

AKURAT.CO Harga cabai rawit merah dan daging ayam ras mulai menunjukkan tren penurunan pada awal Maret 2026.

Mengutip data resmi Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat koreksi harga cabai rawit merah sebesar 8,62% dalam sepekan, sementara daging ayam ras turun tipis 1,27%.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan penurunan ini terjadi seiring membaiknya pasokan dan intensifikasi pengawasan distribusi di berbagai daerah.

Baca Juga: Harga Pangan Mulai Stabil, Bapanas Klaim IPH Februari 2026 Membaik

“Alhamdulillah, harga cabai rawit merah dan daging ayam menunjukkan tren penurunan. Ini buah dari kerja bersama, baik dari sisi pasokan maupun pengawasan distribusi,” kata Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Cabai Turun 8,62% Sepekan

Berdasarkan Panel Harga Pangan periode 23 Februari–1 Maret 2026, harga cabai rawit merah turun dari Rp77.645 per kilogram pada 23 Februari menjadi Rp70.953 per kilogram pada 1 Maret 2026. Secara kumulatif, terjadi penurunan sekitar 8,62% dalam tujuh hari.

“Tren ini memperlihatkan koreksi harga yang konsisten dan cenderung melandai menjelang awal Maret,” ujar Amran.

Sementara itu, harga daging ayam ras bergerak relatif stabil. Pada 23 Februari 2026, harga tercatat Rp41.293 per kilogram dan turun menjadi Rp40.767 per kilogram pada 1 Maret 2026 atau terkoreksi 1,27%.

Pola tersebut menunjukkan fluktuasi yang terkendali dan pasokan yang cukup di tingkat pasar.

Baca Juga: Nakal! Bapanas Minta Satgas Telusuri MinyaKita Dijual di Atas HET

Hasil inspeksi mendadak (sidak) pada 28 Februari 2026 memperlihatkan koreksi harga di sejumlah daerah.

Di Pasar Sentral Mamuju, Sulawesi Barat, harga cabai rawit merah turun dari Rp50.000/kg menjadi Rp40.000/kg. Di Pasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, harga yang sebelumnya menyentuh Rp120.000/kg terkoreksi menjadi Rp80.000/kg dan kembali turun ke kisaran Rp75.000/kg.

Di Pasar Cik Puan, Riau, harga tercatat Rp40.000/kg, jauh di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Sementara di Gorontalo, harga sesuai HAP sebesar Rp57.000/kg.

Meski di beberapa wilayah seperti Jawa Timur dan Banten harga masih berada di atas HAP masing-masing sekitar Rp80.000/kg dan Rp100.000/kg tren penurunan mulai terbentuk seiring perbaikan distribusi.

Amran menegaskan stabilisasi dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga, termasuk pengawasan Satgas Pangan dan skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

“Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga. Sidak pasar akan terus dilakukan, dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” tegasnya.

Tekanan Harga Jelang Ramadan

Secara historis, harga cabai rawit merah termasuk komoditas yang volatil dan kerap melonjak menjelang Ramadan dan Idulfitri akibat gangguan pasokan, cuaca, serta distribusi. Pada periode sebelumnya, harga sempat menembus level tinggi di sejumlah daerah.

Penurunan pada akhir Februari hingga awal Maret 2026 ini menjadi indikator awal meredanya tekanan harga menjelang periode konsumsi meningkat.

Untuk komoditas daging ayam ras, kondisi nasional relatif stabil. Di Jawa Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Jawa Tengah, dan Banten, harga berada di kisaran Rp38.000–Rp40.000/kg atau sesuai HAP. Di Riau dan Sulawesi Barat, harga bahkan berada di bawah HAP masing-masing Rp33.000–35.000/kg dan Rp37.500/kg.

Tidak ditemukan lonjakan signifikan, dan pasokan terpantau cukup baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

Cabai rawit merah dan daging ayam ras merupakan komoditas strategis dalam komponen inflasi pangan bergejolak (volatile food). Penurunan harga berpotensi menahan tekanan inflasi pangan nasional dalam waktu dekat.

Stabilitas ini penting bagi daya beli masyarakat, terutama menjelang momentum konsumsi tinggi. Pemerintah menargetkan keseimbangan antara harga yang terjangkau bagi konsumen dan margin yang wajar bagi petani serta peternak.

“Kita ingin masyarakat mendapatkan harga yang wajar, peternak dan petani tetap memperoleh margin yang sehat, dan distribusi berjalan adil. Negara hadir untuk memastikan keseimbangan itu,” ujar Amran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.