Tinjau Harga Bapok di Tebang Tinggi, Mendag: Semuanya Stabil

AKURAT.CO Menjelang Ramadan dan Idulfitri, stabilitas harga sembako menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat.
Menteri Perdagangan Budi Santoso turun langsung meninjau harga bahan pokok di Pasar Gambir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, untuk memastikan ketersediaan stok dan harga tetap terkendali.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag mengecek harga cabai, bawang, tomat, daging sapi, ayam, hingga telur.
Baca Juga: Mendag Budi: Kopdes Merah Putih Harus Go Global
Peninjauan ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi pangan serta mitigasi lonjakan harga menjelang Lebaran 2026, terutama setelah pasar tersebut sempat terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Langkah ini penting karena periode Ramadhan hingga Idul Fitri secara historis kerap memicu kenaikan harga bahan pokok akibat peningkatan permintaan dan hambatan distribusi.
Harga Ayam, Daging, dan Bawang Masih Stabil
Dalam dialog langsung dengan pedagang, Budi Santoso menanyakan harga sejumlah komoditas utama. Ia memastikan tidak ada kenaikan harga signifikan di pasar tersebut.
“Tadi saya tanya, harga ayam Rp33 ribu per kilo, daging sapi Rp130 ribu per kilo, telur Rp27 ribu per kilo, bawang merah dan bawang putih Rp35 ribu per kilo. Ada juga bawang lokal harganya Rp32 ribu per kilo. Jadi semuanya stabil,” ujar Budi di Tebing Tinggi, Jumat (27/2/2026).
Harga tersebut dinilai masih dalam rentang wajar dan tidak menunjukkan gejolak berarti. Aktivitas jual beli di Pasar Gambir juga terpantau normal dengan stok pangan yang mencukupi.
Distribusi dan Pangan Non-Lokal Jadi Sorotan
Meski harga relatif stabil, Mendag menerima masukan dari pedagang terkait biaya transportasi pengangkutan bahan pangan. Beberapa komoditas non-lokal dilaporkan mengalami kenaikan harga akibat faktor distribusi.
Kenaikan biaya logistik menjadi perhatian karena berpotensi memicu tekanan harga jika tidak diantisipasi sejak dini. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi pangan, terutama di daerah yang sempat terdampak bencana.
Kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan kondisi Pasar Gambir yang sebelumnya terdampak banjir telah pulih sepenuhnya. Dari hasil peninjauan, pasar sudah kembali beroperasi normal.
Transaksi berjalan aktif, pasokan barang lancar, dan tidak ditemukan gangguan berarti terhadap rantai pasok. Kondisi ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi daerah menjelang momen konsumsi tinggi seperti Ramadhan dan Lebaran.
Peran Pemda dan Pasar Murah Kendalikan Inflasi
Budi Santoso menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas upaya menjaga kestabilan harga dan stok pangan.
Sementara itu, Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih menjelaskan bahwa stabilnya harga bahan pokok tidak lepas dari koordinasi rutin dengan kementerian terkait dalam pengendalian inflasi.
“Kami rutin mengikuti rapat melalui zoom bersama kementerian terkait pengendalian inflasi. Setiap pekan juga kami menggelar pasar murah untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Iman.
Program pasar murah dinilai efektif membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, selama periode lonjakan kebutuhan.
Stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri memiliki dampak langsung terhadap inflasi daerah, daya beli masyarakat, serta stabilitas ekonomi regional.
Kenaikan harga yang tidak terkendali bisa memicu tekanan inflasi dan memperlemah konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan harga ayam di kisaran Rp33 ribu per kg dan daging sapi Rp130 ribu per kg, kondisi Tebing Tinggi menunjukkan tren yang relatif terkendali dibanding potensi lonjakan musiman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










