Hilirisasi Bauksit Hadirkan Dampak Sosial Nyata bagi Masyarakat Mempawah

AKURAT.CO Pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium oleh Grup MIND ID melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Proyek Strategis Nasional (PSN) mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus juga membuka lapangan kerja serta mendorong aktivitas ekonomi lokal di berbagai sektor.
Kepala Desa Bukit Batu, Harianto, mengungkapkan bahwa sebelum pembangunan fasilitas hilirisasi bauksit ini, wilayahnya menghadapi tantangan tingginya angka pengangguran, termasuk di kalangan tenaga kerja terdidik. Kehadiran proyek ini membawa perubahan yang signifikan bagi perekonomian masyarakat.
“Sebelumnya pertumbuhan ekonomi sempat menurun. Setelah adanya proyek BAI, ekonomi tumbuh pesat. Masyarakat yang sebelumnya menganggur kini mendapatkan pekerjaan dan merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.
Baca Juga: Pengamat Sebut MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang
Dia menjelaskan, dampak proyek terlihat dari serapan tenaga kerja. Kehadiran ribuan pekerja juga menciptakan multiplier effect yang menggerakkan sektor penunjang seperti perhotelan, hunian sewa, serta usaha kuliner.
“Dampaknya tidak hanya di Desa Bukit Batu, tetapi meluas hingga seluruh Kabupaten Mempawah bahkan ke wilayah sekitar. Fasilitas akomodasi berkembang pesat, dan usaha kuliner maupun coffee shop kini semakin ramai karena daya beli masyarakat meningkat,” jelas Harianto.
Selain itu, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), BAI turut mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, peningkatan fasilitas pendidikan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Dampak pemberdayaan juga dirasakan oleh sektor pertanian.
Pembina Kelompok Wanita Tani Desa Bukit Batu, Asman, menyampaikan bahwa program pendampingan perusahaan telah membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Program yang telah berjalan selama tiga tahun tersebut meliputi bantuan penanaman 1.000 bibit jagung, bibit buah seperti jambu kristal dan kelengkeng, serta dukungan pupuk dan pendampingan teknis.
Produk lokal seperti madu dan amplang pun mulai berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk wilayah perbatasan Malaysia. “Alhamdulillah, berkat bantuan yang diberikan, penghasilan keluarga meningkat,” ujarnya.
Asman menambahkan, masyarakat memberikan apresiasi terhadap keberadaan perusahaan dan berharap pengembangan industri dapat terus berjalan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. “Kami berharap kegiatan perusahaan terus berkembang dan seiring dengan peningkatan produksi agar masyarakat tetap nyaman dan berkembang,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN







