Pemerintah Siapkan Anggaran Rp9,95 Triliun Untuk Perkebunan di 2026

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp10 triliun untuk mempercepat pengembangan tanaman perkebunan nasional pada 2026.
Program strategis ini menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan hilirisasi, ketahanan pangan, lingkungan, dan energi secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut dana sebesar Rp9,95 triliun akan dialokasikan untuk penanaman di lahan ratusan ribu hektare di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah ini dinilai krusial di tengah tantangan perubahan iklim, risiko bencana alam, hingga kebutuhan peningkatan ekonomi pedesaan.
Melalui pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, kakao, kelapa, hingga alpukat, pemerintah berharap sektor perkebunan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menopang transisi energi nasional lewat biofuel.
Anggaran Rp9,95 Triliun untuk Perkebunan di 870 Ribu Hektare
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah akan mengembangkan tanaman perkebunan di lahan seluas sekitar 870 ribu hektare yang tersebar di berbagai daerah.
“Itu kurang lebih 870 ribu hektare di seluruh Indonesia. Anggarannya Rp9,95 triliun, hampir Rp10 triliun,” ujar Amran saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Program ini dirancang untuk menjangkau wilayah-wilayah potensial, termasuk kawasan pegunungan, dengan pendekatan yang terintegrasi antara produksi, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.
Dorong Hilirisasi Kopi, Kakao, hingga Kelapa
Menurut Amran, pengembangan perkebunan ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi komoditas unggulan nasional. Pemerintah mendorong agar hasil perkebunan tidak hanya berhenti di tahap produksi bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.
“Kami tahun ini akan menanam tanaman perkebunan. Itu hilirisasi,” kata Amran.
Komoditas yang menjadi prioritas antara lain kopi, kelapa, kakao, alpukat, dan sejumlah tanaman lain yang memiliki permintaan tinggi di pasar domestik maupun global.
Perkebunan Jadi Solusi Lingkungan dan Pencegahan Bencana
Selain aspek ekonomi, program ini juga memiliki fungsi ekologis. Pengembangan tanaman perkebunan di wilayah dengan kemiringan tinggi dinilai efektif untuk menahan erosi tanah.
Amran menegaskan, keberadaan tanaman perkebunan di kawasan rawan dapat membantu mengurangi risiko longsor dan banjir di masa mendatang. “Ini program arahan Bapak Presiden. Ini juga berfungsi untuk menahan erosi,” ujarnya.
Perkuat Ketahanan Energi Lewat Biofuel
Dari sisi ketahanan energi, pemerintah menargetkan sebagian komoditas perkebunan mampu menjadi sumber energi terbarukan. Tanaman seperti singkong, tebu, dan kelapa sawit diarahkan untuk mendukung pengembangan biofuel nasional.
Langkah ini sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia dalam jangka panjang.
Dampak Ekonomi: Lapangan Kerja dan Desa Tumbuh
Pemerintah menilai investasi besar di sektor perkebunan akan memberikan efek berganda bagi perekonomian. Selain mendukung ketahanan pangan dan energi, program ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan skala anggaran yang signifikan dan cakupan lahan yang luas, pengembangan perkebunan nasional 2026 diproyeksikan menjadi salah satu program kunci pemerintah dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










