Lebih Bersih dari Hybrid, EV Instrumen Efektif Tekan Beban Subsidi dan Polusi

AKURAT.CO Pengamat Otomotif Sony Susmana menilai kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan instrumen paling efektif untuk menekan beban subsidi energi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
“Dibandingkan kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) maupun Hybrid Electric Vehicle (HEV), BEV dinilai memberikan dampak fiskal dan lingkungan yang lebih optimal,” kata Sony yang juga merupakan Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia.
Menurutnya, peningkatan adopsi BEV dipandang krusial untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang selama ini menjadi beban anggaran.
“Dengan beralih ke transportasi berbasis listrik, pemerintah dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan tekanan fiskal sekaligus mendukung agenda transisi energi,” katanya.
Baca Juga: Pasar EV Terancam Stagnasi, Pemerintah Didesak Guyur Insentif Baru
Jika dilihat, jelasnya, data Kementerian Keuangan menunjukkan alokasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,62 triliun, meningkat dari realisasi 2023 sebesar Rp164,3 triliun. Tren kenaikan tersebut mempertegas urgensi kebijakan yang mendorong pergeseran dari kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik.
“BEV memiliki potensi besar dalam menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dalam jangka menengah hingga panjang, hal ini berdampak positif terhadap kesehatan fiskal negara,” ujar Sony.
Dari sisi lingkungan, Sony menjelaskan bahwa BEV unggul karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berbeda dengan kendaraan hybrid yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal, BEV sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga dinilai sebagai teknologi paling bersih di sektor transportasi.
Selain itu, paparnya, efisiensi energi BEV juga lebih tinggi karena tidak melalui proses pembakaran yang menyebabkan kehilangan energi.
“Dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat, BEV diposisikan sebagai pilar utama dalam transformasi transportasi rendah emisi di Indonesia,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








