AKURAT.CO Perubahan struktur kepemilikan saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menjadi sorotan pasar modal di awal 2026.
Emiten properti yang terafiliasi dengan kawasan Pantai Indah Kapuk ini mengalami pergeseran pemegang saham pengendali secara signifikan, seiring menyusutnya kepemilikan PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya (Salim Group).
Di saat yang sama, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) justru tampil sebagai pemegang mayoritas saham CBDK. Kondisi ini memicu pertanyaan investor, terutama setelah harga saham CBDK tercatat melemah tajam sepanjang Januari 2026.
Baca Juga: CBDK Bukukan Laba Bersih Rp1,4 Triliun, Tumbuh 74% Persen di Kuartal III-2025
Perubahan kepemilikan saham, rights issue, hingga pergerakan harga saham PANI dan CBDK menjadi kata kunci yang ramai dicari investor ritel di jam perdagangan XX WIB.
Kepemilikan Agung Sedayu dan Salim Group Menyusut Tajam
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (11/1/2026) berdasarkan data per 30 Desember 2025, kepemilikan saham PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya atas CBDK menyusut drastis. Masing-masing kini hanya menggenggam 77.519.380 saham atau setara 1,365%.
Padahal, pada bulan sebelumnya, kedua entitas tersebut masih menguasai sekitar 1,25 miliar saham atau 22,05% dari total saham beredar CBDK. Penurunan ini menandai perubahan besar dalam struktur kepemilikan emiten properti tersebut.
Di sisi lain, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 justru meningkatkan kepemilikannya secara agresif. Per akhir Desember 2025, PANI menguasai 4.947.011.240 saham atau setara 87,27% saham CBDK.
Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan posisi sebelumnya yang hanya 2.605.050.000 saham atau sekitar 45,9%. Aksi ini menjadikan PANI sebagai pemegang saham mayoritas CBDK.
Transaksi Internal Grup, Kontrol Tetap Sama
Peningkatan kepemilikan PANI merupakan hasil transaksi pembelian saham dari Agung Sedayu dan Tunas Mekar Jaya. Dana yang dikeluarkan PANI untuk menebus saham CBDK mencapai Rp15,12 triliun, yang bersumber dari hasil rights issue perseroan.
Meski demikian, pasar menilai tidak ada perubahan pengendali secara substansial. Pasalnya, PANI sendiri masih berada di bawah kendali Agung Sedayu dan Salim Group, sehingga transaksi ini lebih mencerminkan restrukturisasi internal grup usaha.
Dengan kepemilikan langsung Agung Sedayu dan Salim Group di bawah 5%, porsi saham free float CBDK meningkat menjadi 12,73% dari sebelumnya 10%. Secara teori, kenaikan free float dapat meningkatkan likuiditas saham di pasar.
Namun, data menunjukkan jumlah pemegang saham CBDK justru menurun. Per akhir Desember 2025, tercatat 26.383 pemegang saham, berkurang 7.119 pihak dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 33.502 investor.
Saham CBDK Anjlok Sepanjang Januari 2026
Sejalan dengan dinamika tersebut, saham Bangun Kosambi Sukses (CBDK) mengalami tekanan cukup dalam. Sepanjang Januari 2026 berjalan, harga saham CBDK anjlok 23,87% ke level Rp7.175 per saham.
Pelemahan ini terjadi di tengah minimnya sentimen baru dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap saham properti berkapitalisasi besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat










