Akurat

Jagung RI Surplus 463 Ribu Ton, Bulog Bersiap Ekspor

Hefriday | 9 Januari 2026, 15:10 WIB
Jagung RI Surplus 463 Ribu Ton, Bulog Bersiap Ekspor

AKURAT.CO Surplus produksi jagung nasional pada 2025 menjadi titik balik kebijakan pangan Indonesia. Pemerintah mendorong Perum Bulog tidak hanya menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri, tetapi juga mulai mengambil peran sebagai eksportir komoditas strategis.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat produksi jagung pipilan kering kadar air 14% pada 2025 mencapai 16,11 juta ton.

Angka tersebut naik 6,44% dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 15,14 juta ton, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga: BPS: Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2025

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan kebutuhan konsumsi jagung nasional pada 2025 yang diproyeksikan sebesar 15,65 juta ton, Indonesia mencatat surplus 463,9 ribu ton.

Surplus ini meningkat signifikan dibandingkan 2023 yang tercatat 307,4 ribu ton, atau tumbuh sekitar 23,2% dalam dua tahun terakhir.

“Surplus tersebut mendorong pemerintah untuk mempersiapkan Perum Bulog dapat mulai melaksanakan ekspor stok jagung. Ini bukan pekerjaan kecil,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Arahan tersebut ditegaskan Amran saat menghadiri panen raya jagung serentak bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Amran menilai capaian surplus jagung tidak terlepas dari dukungan lintas lembaga, termasuk kontribusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 20% dari total produksi jagung nasional pada 2025.

“Kami hitung, luas tanam sekitar 700 ribu hektare dengan produktivitas rata-rata 5 ton per hektare. Itu menghasilkan 3,5 juta ton,” kata Amran.

Baca Juga: Jelang Nataru, Bapanas Perkuat Intervensi Pangan di Sumatera

Peningkatan produksi jagung melengkapi tren positif sektor pangan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, produksi beras 2025 tercatat mencapai 34,7 juta ton dengan stok awal tahun sebesar 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per Desember 2025, realisasi ekspor jagung hingga November 2025 telah mencapai sekitar 21,3 ribu ton.

Pada saat yang sama, pemerintah tidak melakukan impor jagung pakan untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan perusahaan untuk menjalankan mandat ekspor tersebut.

Dirinya menyebut arahan ekspor jagung dan beras telah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menargetkan pada 2026 Bulog sudah melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung. Kami akan bersinergi maksimal, khususnya untuk ekspor jagung,” ujar Rizal.

Pemerintah berharap langkah ekspor ini tidak hanya memperkuat neraca perdagangan pangan, tetapi juga menjaga harga jagung di tingkat petani agar tetap menguntungkan di tengah lonjakan produksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi