Realisasi Investasi Januari-September Capai Rp1.434,3 Triliun, Serap 1.956.346 Pekerja

AKURAT.CO Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.956.346 orang pada periode Januari - September 2025
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi pada Januari - September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun.
“Realisasi investasi dari Januari sampai September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau peningkatan 13,7% dibanding tahun sebelumnya. Sehingga total pencapaiannya dari Rp1.956 triliun, sudah tercapai Rp75,3% dari target,” kata Rosan dalam konferensi pers, Jumat (17/10/2025).
Baca Juga: Airlangga: Realisasi Investasi Danantara Tembus Rp179 Triliun di Semester I-2025
Adapun, Rosan menambahkan dari realisasi investasi sebesar Rp1.434,3 triliun berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 1.956.346.
“Kembali lagi, ini menjadi yang sangat-sangat penting buat investasi yang masuk ke Indonesia, bagaimana dari kontribusi dari penciptaan lapangan kerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rosan menyebut pihaknya juga mencatat kontribusi dominasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dibandingkan masih berada diatas Penanaman Modal Asing (PMA).
Dirinya menjelaskan bahwa PMDN menyumbang 55,1% dari total realisasi investasi, atau setara dengan Rp789,7 triliun.
Sementara itu pada periode Januari-September 2025 tercatat PMA berkontribusi sebesar Rp644,6 triliun, atau 44,9% dari total investasi.
“Jadi ini juga menunjukkan bahwa confidence di dalam negeri ini untuk berinvestasi ini terus berjalan dengan baik. Karena apa? Karena angka yang berbicara,” tutur Rosan.
Adapun, pada periode Januari sampai September 2025 Jawa Barat menjadi lokasi teratas realisasi investasi PMDN dan PMA. Dimana, daerah yang dipimpin Dedy Mulyadi mencatatkan realisasi investasi mencapai Rp218,2 triliun.
Posisi Jawa Barat diikuti DKI Jakarta dengan realisasi investasi mencapai Rp204,2 triliun, Jawa Timur Rp105,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp97,6 triliun, dan Banten Rp91,6 triliun.
Sementara berdasarkan subsektor, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi yang teratas dengan nilai investasi Rp196,4 triliun.
Sektor tersebut diikuti sektor transportasi, gudang, dan komunikasi di posisi kedua dengan realisasi investasi mencapai Rp163,3 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 8Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 9Zulkifli Hasan: Kesetiaan PAN ke Prabowo Bukan karena Hitung-hitungan Politik
- 10Prabowo Sindir Para Pakar: Saking Pintarnya Jadi Goblok








