Akurat

Solusi Backup Jadi Fondasi Ketahanan Digital, MBT Gandeng NAKIVO

Demi Ermansyah | 23 September 2025, 19:54 WIB
Solusi Backup Jadi Fondasi Ketahanan Digital, MBT Gandeng NAKIVO

AKURAT.CO Ancaman terhadap keamanan data di era digital kian kompleks. Tidak hanya datang dari serangan siber seperti ransomware dan phishing, tetapi juga dari faktor eksternal, mulai dari kerusakan perangkat keras hingga bencana alam. Situasi ini mendorong perusahaan untuk menempatkan solusi backup dan replication sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan digital.

Menurut data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2025 terdapat 3,64 miliar serangan siber atau anomali trafik di Indonesia. Jumlah ini hampir menyamai total serangan dalam lima tahun terakhir. Dari total tersebut, 83,68% berupa serangan berbasis malware, sementara sisanya terdiri atas unauthorized access (4,32%) dan eksploitasi sistem (0,64%).

Lonjakan serangan itu menegaskan kebutuhan strategi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga menjamin ketersediaan data. Tanpa langkah tersebut, gangguan akses data dapat memicu dampak serius, mulai dari alur kerja yang terganggu, penurunan daya saing, pelemahan kinerja keuangan, hingga hilangnya reputasi perusahaan.

Baca Juga: Serangan Siber Lumpuhkan Sejumlah Bandara di Eropa, Sektor Penerbangan Rentan?

Menjawab tantangan itu, PT Mega Buana Teknologi (MBT), anak perusahaan CTI Group sekaligus penyedia solusi IT terkemuka di Indonesia, resmi menjalin kemitraan dengan NAKIVO, perusahaan asal Amerika Serikat yang berfokus pada layanan backup dan replication.

Yuwono Pranata, Presiden Direktur PT MBT, menegaskan bahwa kemitraan ini bertujuan memperkuat infrastruktur digital pelaku bisnis di Tanah Air.
“Transformasi digital membawa peluang besar, tetapi juga risiko tinggi terhadap keamanan data. Dengan menggandeng NAKIVO, kami menghadirkan solusi backup dan replication yang aman, efisien, efektif, sekaligus terjangkau. Ini menjadi jawaban nyata bagi pelaku bisnis di Indonesia untuk menjaga ketersediaan data tanpa kompromi,” ujar Yuwono, Senin (23/9/2025).

Channel Partner Manager NAKIVO Inc, Tri Wulandari menambahkan bahwa solusi mereka dirancang fleksibel dan dapat digunakan oleh berbagai skala bisnis, dari usaha kecil-menengah hingga korporasi besar.

“Platform terpadu kami memungkinkan backup, replication, dan disaster recovery dilakukan lebih cepat dan mudah, tanpa investasi infrastruktur yang mahal. Dengan begitu, downtime bisa diminimalkan, data tetap terlindungi, dan operasional bisnis terjaga meskipun menghadapi serangan siber,” kata Tri.

Baca Juga: Prabowo Lantik Nugroho Sulistyo Budi Jadi Kepala BSSN, Ini Profilnya

NAKIVO Backup & Replication menawarkan sejumlah fitur yang dinilai relevan dengan kebutuhan bisnis di Indonesia, antara lain:

- Dukungan lintas platform: kompatibel dengan Windows, Linux, virtual appliance, hingga NAS Server.

- Incremental backup: efisien karena hanya menyimpan perubahan data terbaru setelah pencadangan awal.

- Immutable backup: menjaga data tetap terkunci dan kebal dari serangan ransomware.

- Automated disaster recovery: memungkinkan pemulihan otomatis di VMware, Hyper-V, hingga AWS EC2.

- Dukungan multiplatform: mencakup layanan SaaS (Microsoft 365, Proxmox), cloud (AWS, VMware), hingga server fisik.

- Harga fleksibel: menyesuaikan kebutuhan berbagai segmen bisnis.

Kombinasi keunggulan teknologi NAKIVO dan pengalaman MBT dalam memahami kebutuhan pasar lokal diyakini dapat memperkuat ketahanan digital perusahaan lintas sektor, mulai dari keuangan, pemerintahan, manufaktur, hingga usaha kecil-menengah.

“Dengan pemahaman lokal dan teknologi global, kami ingin memastikan bisnis di Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi ancaman digital, tetapi juga terus berkembang dengan lebih tangguh,” tutur Yuwono.

Kemitraan MBT dan NAKIVO diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam mendorong perusahaan di Indonesia lebih serius membangun strategi ketahanan digital. Dengan begitu, keberlangsungan operasional dan kepercayaan publik terhadap dunia usaha dapat terus terjaga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.