Bahlil: SPBU Swasta Sepakat Tambah Pasokan BBM Lewat Pertamina

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan perusahaan swasta pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) seperti Shell dan BP-AKR setuju untuk menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) lewat PT Pertamina.
Adapun, sejak bulan lalu atau Agustus 2025 pasokan BBM di SPBU swasta seperti Shell dan BP mengalami kekurangan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadlia menyebut pada hari ini terdapat pertemuan antara ESDM, Pertamina, dan SPBU swasta seperti Shell hingga BP-AKR.
Baca Juga: Mengurai Akar Masalah Kelangkaan BBM Swasta
Rapat tersebut, kata Bahlil membahas terkait kondisi BBM yang terjadi saat ini, dimana Bahlil menyebut memang ada penurunan stok di SPBU swasta.
“Secara umum, posisi ketersediaan BBM kita (Pertamina) per hari ini itu cukup untuk 18 hari sampai 21 hari. Jadi gak ada masalah menyangkut ketersediaan BBM. Namun, untuk SPBU swasta itu memang cadangannya sudah menipis,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (19/9/2025).
Untuk menanggulangi kekurangan pasokan di SPBU swasta, Bahlil menyebut perusahaan pengelola SPBU swasta sepakat untuk membeli BBM lewat Pertamina.
Dalam kesepakatan tersebut, terdapat empat poin inti antara perusahaan plat merah pengelola migas dengan perusahaan swasta.
“Yang pertama adalah mereka setuju dan memang harus setuju untuk beli di kolaborasi dengan Pertamina,” ujar Bahlil.
Meski setuju membeli dari Pertamina, Bahlil menyampaikan salah satu syarat dari SBPU swasta BBM yang dibeli merupakan Base Fuel atau bahan bakar dengan kadar oktan murni tanpa campuran aditif.
Baca Juga: KPPU Dorong Evaluasi Kebijakan Impor BBM Non-Subsidi
Poin kedua adalah terkait kualitas BBM yang akan dijual oleh PT Pertamina ke SPBU swasta. Dimana, akan adanya joint survey atau pengukuran bersama yang dilakukan Pertamina dan Shell Cs.
“Juga disepakati untuk melakukan dengan joint surveyor. Jadi barang (BBM) belum berangkat (dari importir), ada surveyor yang sama-sama disetujui di sana untuk dilakukan,” ucapnya.
Selanjutnya, terkait dengan harga, Bahlil menuturkan bahwa BBM yang dijual dari Pertamina ke SPBU swasta harus bersifat adil. Sehingga, tidak ada yang dirugikan dari adanya kesepakatan ini.
“Dan telah setuju juga terjadi openbook. Dan ini teman-teman dari swasta juga sudah setuju,” tutur Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










